Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Bupati Gunungkidul Badingah saat turun dari mobil dinas Toyota Fortuner yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk pengadaan kendaraan dinas baru. Salah satu alokasi ini untuk pembelian mobil dinas baru untuk Bupati.
Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Prihatin Eka Widada, mengatakan alokasi anggaran pengadaan mobil dinas untuk Bupati sebesar Rp570 juta. Pagu ini sudah tertuang dalam program kegiatan di APBD 2019. “Akan dibeli tahun ini. Untuk jenis masih dikonsultasikan dengan Bupati,” kata Eka, Selasa (22/1/2019).
Dia menjelaskan kebijakan memberikan mobil dinas baru kepada Bupati untuk memperlancar aktivitas. Selain itu, mobil dinas yang dipakai saat ini sudah berusia lebih dari lima tahun sehingga pembaruan unit menjadi hal yang wajar. “Pengajuannya sudah disepakati bersama dengan DPRD Gunungkidul, jadi tidak ada masalah,” katanya.
Rencana pengadaan mobil dinas untuk Bupati sebenarnya sudah diwacanakan saat pembahasan APBD Perubahan 2018. Namun hal tersebut tidak dapat direalisasikan karena draf RAPBD Perubahan 2018 yang telah disepakati bersama-sama dengan Dewan ditolak oleh Gubernur DIY. “Tahun lalu kami tidak memperoleh alokasi anggaran dalam APBD Perubahan sehingga rencana pembelian kendaraan dinas baru juga batal,” katanya.
Selain mobil dinas untuk Bupati, tahun ini Pemkab juga membeli tiga unit kendaraan dinas baru. Adapun rinciannya, satu unit untuk layanan di Dinas Kominfo, satu mobil untuk layanan Pajak Bumi dan Bangunan serta satu unit untuk operasional Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Total pagu anggaran untuk kendaraan dinas tahun ini mencapai Rp1,2 miliar,” kata Eka.
Terpisah, Bupati Gunungkidul Badingah, saat dikonfirmasi terkait pengadaan mobil dinas baru tidak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa kendaraan yang digunakan sudah lebih dari lima tahun, hal ini dibuktikan dengan tahun pembuatan mobil yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Mobil yang saya pakai [Toyota Fortuner] dibuat 2011 dan ini bisa dilihat di STNK,” katanya.
Untuk kendaraan dinas, Badingah memiliki dua mobil yakni Toyota Fortuner dan Toyota Camry yang dibeli di 2015. Namun demikian, dari dua mobil ini, Badingah lebih banyak menggunakan Toyota Fortuner untuk beraktivitas karena dinilai lebih cocok dengan medan di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.
Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda masih aman di tengah karhutla. Otoritas menyiapkan langkah antisipasi kabut asap.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.