Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Bupati Gunungkidul Badingah saat turun dari mobil dinas Toyota Fortuner yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk pengadaan kendaraan dinas baru. Salah satu alokasi ini untuk pembelian mobil dinas baru untuk Bupati.
Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Prihatin Eka Widada, mengatakan alokasi anggaran pengadaan mobil dinas untuk Bupati sebesar Rp570 juta. Pagu ini sudah tertuang dalam program kegiatan di APBD 2019. “Akan dibeli tahun ini. Untuk jenis masih dikonsultasikan dengan Bupati,” kata Eka, Selasa (22/1/2019).
Dia menjelaskan kebijakan memberikan mobil dinas baru kepada Bupati untuk memperlancar aktivitas. Selain itu, mobil dinas yang dipakai saat ini sudah berusia lebih dari lima tahun sehingga pembaruan unit menjadi hal yang wajar. “Pengajuannya sudah disepakati bersama dengan DPRD Gunungkidul, jadi tidak ada masalah,” katanya.
Rencana pengadaan mobil dinas untuk Bupati sebenarnya sudah diwacanakan saat pembahasan APBD Perubahan 2018. Namun hal tersebut tidak dapat direalisasikan karena draf RAPBD Perubahan 2018 yang telah disepakati bersama-sama dengan Dewan ditolak oleh Gubernur DIY. “Tahun lalu kami tidak memperoleh alokasi anggaran dalam APBD Perubahan sehingga rencana pembelian kendaraan dinas baru juga batal,” katanya.
Selain mobil dinas untuk Bupati, tahun ini Pemkab juga membeli tiga unit kendaraan dinas baru. Adapun rinciannya, satu unit untuk layanan di Dinas Kominfo, satu mobil untuk layanan Pajak Bumi dan Bangunan serta satu unit untuk operasional Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Total pagu anggaran untuk kendaraan dinas tahun ini mencapai Rp1,2 miliar,” kata Eka.
Terpisah, Bupati Gunungkidul Badingah, saat dikonfirmasi terkait pengadaan mobil dinas baru tidak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa kendaraan yang digunakan sudah lebih dari lima tahun, hal ini dibuktikan dengan tahun pembuatan mobil yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Mobil yang saya pakai [Toyota Fortuner] dibuat 2011 dan ini bisa dilihat di STNK,” katanya.
Untuk kendaraan dinas, Badingah memiliki dua mobil yakni Toyota Fortuner dan Toyota Camry yang dibeli di 2015. Namun demikian, dari dua mobil ini, Badingah lebih banyak menggunakan Toyota Fortuner untuk beraktivitas karena dinilai lebih cocok dengan medan di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.