3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Foto terjadinya guguran kubah lava dari Kaliadem, Sabtu (29/12/2018)./Ist- Gitsayanto via Twitter BPPTKG
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya persuasif yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY agar warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi bersedia direlokasi akhirnya membuahkan hasil. Tahun ini, sekitar 44 kepala keluarga (KK) yang selama ini tinggal di KRB III bersedia untuk pindah ke lokasi hunian yang aman.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantara, mengatakan sesuai peraturan wilayah KRB III tidak diperbolehkan dijadikan tempat tinggal (hunian). Meski begitu, masyarakat masih bisa beraktivitas di wilayah tersebut. "Kebijakannya boleh untuk beraktivitas tetapi tidak boleh untuk tempat tinggal. Kami terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk bisa turun dari wilayah itu," katanya, Rabu (23/1/2019).
Pendekatan tersebut dilakukan sejak pascaerupsi Merapi 2010. Sayangnya, sebagian masyarakat masih tetap bertahan untuk tinggal di kawasan KRB III lereng Gunung Merapi. Tidak hanya di wilayah Pakem, tetapi juga di wilayah Kecamatan Cangkringan. BPBD DIY sudah melakukan kajian dan pemetaan seluruh KK tersebut. "Data terakhir ada lebih dari 600 KK, jumlah ini bisa saja berkembang. Mayoritas ada di Desa Glagaharjo. Kami terus melakukan upaya pendekatan agar mereka bersedia dan dengan kesadarannya mau turun," katanya.
Jika warga di kawasan KRB III bersedia turun, lanjut Biwara, maka Pemda DIY menyediakan tempat tinggal yang layak. Tidak hanya itu, Pemda juga akan memberikan sertifikat bagi keluarga yang mau direlokasi. "Yang turun akan dibuatkan hunian tetap, rumah tipe 36, lahan 100 meter plus sertifikat," katanya.
Pada 2018, menurut Biwara, ada 20 KK warga Umbulharjo yang sudah direlokasi ke hunian baru di Plosokerep. Tahun ini, terdapat 44 KK yang bersedia turun. "Tahun ini kami akan membangun 44 unit rumah bagi 44 KK yang bersedia turun. Proses pengadaan baru mulai, kalau lancar rencananya Maret 2019 akan dilakukan peletakan batu pertama," kata Biwara.
Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, mengakui tahun ini ada sekitar 40 KK warga Kopeng Kepuharjo yang bersedia direlokasi dari kawasan KRB III. Kalau mereka nanti bersedia turun, kata Heri, artinya tidak akan ada lagi warga yang tinggal di kawasan berbahaya. “Tahun lalu hanya ada satu KK yang bersedia direlokasi. Ini (40an KK) kloter terakhir yang selama ini tinggal di kawasan KRB III," ujarnya.
Menurutnya, puluhan KK tersebut akan tinggal di wilayah Huntap yang sudah disediakan oleh Pemda DIY di wilayah Batur (Kepuharjo). "Awalnya tanah tersebut berstatus Tanah Kas Desa (TKD). Tahun 2011 sudah dibeli oleh Pemda," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Pendaki 16 tahun asal Brebes, M. Fahri Maulana, meninggal setelah jatuh ke kawah Gunung Slamet dan dievakuasi lewat jalur Guci.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 rampung 100%, tetapi belum beroperasi. Simak alasan dan proses yang masih harus diselesaikan.