RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi Perangkat Desa. Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, BANTUL--Paguyuban Lurah dan Pamong Desa di Bantul masih menunggu kepastian penyetaraan gaji perangkat desa dengan pegawai negeri sipil (PNS) Golongan II A. Pasalnya jika benar disetarakan dengan gaji PNS Golongan II A maka gaji lurah di Bantul turun drastis.
"Kalau disamakan dengan gaji PNS Golongan II A ya turun semua gaji lurah termasuk saya," kata Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Desa Ani Widayati, Kamis (24/1/2019).
Ani mengatakan gaji lurah atau kepala desa berikut pamong di Bantul selama ini diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau 30%dari ADD. ADD Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro tempat yang ia pimpin tahun ini sebesar Rp1,6 miliar.
Besaran itu Rp479.220.000 di antaranya atau 29,95% untuk gaji perangkat desa. Rincian gaji tersebut terdiri dari gaji kepala desa Rp29,4 juta dalam setahun atau sekitar Rp2,4 juta per bulan, carik Rp20,5 juta setahun, kepala seksi dan kepala urusan sebanyak enam orang Rp102,3 juta, dukuh sebanyak 16 orang Rp244,6 juta, dan staf pamong desa sebanyak tujuh orang Rp82,3 juta.
Ani mengatakan bukan hanya Desa Sumbermulyo, namun desa-desa lain juga merasakan hal yang sama. Bahkan ada lurah yang gajinya mencapai Rp3-4 juta, tergantung jumlah perangkat desa, "Semakin sedikit perangkat desa semakin besar penghasilan tetap perangkat desa, karena penghitungannya 30% dari ADD untuk penghasilan perangkat desa," kata Ani.
Senada, Lurah Girirejo Dwi Yuli Purwanti mengatakan selama ini penghasilan tetapnya Rp3,5 juta per bulan. Jika disetarakan PNS golongan II A ia keberatan, "Belum tahu kebenaran aturannya. Kalau lurah gajinya Rp1,9 juta tidak setuju," ungkap dia.
Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah No.30/2015, gaji pokok PNS Golongan II A Rp1,9 juta per bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.