Anak Diduga Bunuh Ayah di Boyolali Jalani Observasi Kejiwaan
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Ilustrasi jalan tol. /Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberi tenggat waktu sampai akhir Januari kepada tiga kabupaten yakni Karanganyar, Boyolali, dan Klaten untuk menyetujui trase alias sumbu jalan Tol Kulonprogo-Solo.
Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Jawa Tengah Peni Rahayu mengatakan ketiga kabupaten tersebut pekan depan harus memberikan tanggapan mengenai trase pembangunan jalan Tol Kulonprogo-Solo. Saat ini, ketiganya masih mengkaji apakah sumbu jalan tol itu sudah sesuai dengan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) masing-masing kabupaten atau belum.
"Kami dari pemerintah provinsi memberikan waktu sampai akhir Januari untuk memberikan tanggapan terkait trase pembangunan jalan tol. Jika semua sudah setuju baru berlanjut ke tahap berikutnya," kata Peni, Jumat (25/1/2019).
Jika ketiga kabupaten tersebut sudah menyetujui trase yang disodorkan, langkah selanjutnya adalah penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Menurut Peni, amda harus disusun Pemerintah Pusat karena pembangunan Tol Kulonprogo-Solo akan melewati dua provinsi yakni Jawa Tengah dan DIY.
"Rencananya, amda akan disusun pada Februari mendatang," ujar dia.
Selanjutnya, penetapan lokasi (penlok) akan dipastikan pada Juli dengan catatan amda dari Kementerian LHK sudah jadi.
"Tinggal menunggu selesainya amdal dari Kementerian LHK," kata dia.
Tol Kulonprogo-Solo rencananya memiliki panjang 92,85 kilometer, jalur12 kilometer akan dibangun melayang atau elevated.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.