Bupati Suharsono Turun Langsung Cek Jalan dan Jembatan Rusak

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Sabtu, 02 Februari 2019 06:57 WIB
Bupati Suharsono Turun Langsung Cek Jalan dan Jembatan Rusak

Bupati Bantul Suharsono saat peninjauan jalan dan jembatan di wilayah Panggungharjo, Sewon, Bantul, Jumat (1/2/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, BANTUL- Bupati Bantul Suharsono memastikan perbaikan jalan dan jembatan rusak di Bantul menjadi salah satu prioritas untuk ditangani tahun ini. Ia mengatakan infrastruktur jalan merupakan sarana untuk mempermudah aktifitas masyarakat dan menumbuhkan perekonomian.

"Perbaikan jalan dan jembatan perlu saya prioritaskan untuk kepentingan umum," kata Suharsono, saat meninjau Jembatan Jarakan, Panggungharjo, Sewon, Jumat (1/2/2019).

Jembatan Jarakan merupakan jembatan penghubung antara Pedukuhan Jaranan, Panggungharjo dan Pedukuhan Kaliputih, Pendowoharjo, Sewon. Jembatan di atas Kali Winongo itu rusak tergerus sungai pada 2017 silam. Sudah hampir dua tahun jembatan yang dibangun sekitar 1988 itu tidak bisa dilalui kendaraan. Sehingga warga harus memutar jauh melalui Pasar Niten.

Jembatan itu hancur penyangganya di bagian tengah dan sisi selatan. Bukan hanya jembatan, namun talut sekitar jembatan juga banyak yang ambrol. Ia memastikan perbaikan jembatan itu sudah dianggarkan tahun ini dan akan segera diperbaiki dalam beberapa bulan ke depan.

Sejain mengecek Jembatan Jarakan, Suharsono juga mengecek sejumlah ruas jalan yang rusak di wilayah Sewon, di antaranya adalah Jalan Cabean-Geneng Panggungharjo dan Jalan Miri-Gaten.

Bupati menyebut masih ada beberapa ruas jalan yang rusak dan masuk perbaikan tahun ini. Bahkan ruas jalan yang rusak itu sering ia lewati sebagai jalur alternatif selain Jalan Parangtritis dan Jalan Bantul saat pulang-pergi ke kantor.

Menurut dia, ruas jalan yang perlu diperbaiki itu memang kondisinya cukup parah sehingga dapat membahayakan pengguna jalan jika dibiarkan. Namun demikian ia meminta masyarakat bersabar karena perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu. "Ya karena harus lelang. Saya minta harus selesai tahun ini," ujar Suharsono.

Hadir sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bantul dalam sidak jalan dan jembatan rusak itu di antaranya, Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis; Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Bobot Ariffiadin; Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pegawai (BKPP) Danu Suswaryanta; Camat Sewon; dan Kepala Desa Panggungharjo.

Dalam pengecekan jalan dan jembatan itu, Bupati dan rombongan juga sempat singgah beberapa kali untuk menyapa warga. Sugeng, salah satu warga Pelemsewu, Panggungharjo, mengaku senan jalan sekitar kampungnya diperbaiki. Dalam kesempatan itu Sugeng juga meminta agar ada perbaikan selokan di Pedukuhan Pelemsewo.

Suharsono meminta warga segera mengusulkan kebutuhan pembangunan selokan melalui musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang) tingkat desa.

Sementara itu Kepala DPUPKP Bantul, Bobot Ariffiadin mengatakan banyak ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini. Namun jumlahnya perlu membuka data terlebih dahulu. Namun untuk wilayah Kecamatan Sewon ada sekitar 11 pekerjaan perbaikan dan peningkatan jalan.

Proyek perbaikan dan peningkatan jalan itu yakni, Jalan Saman-Druwo, Jalan Bangi-Jetis, Jalan Krapyak-batas kota, Jalan Dongkelan-Jomegatan, Jalan Cabeyan-Geneng, Jalan Dongkelan-Dongkelan, Jalan Sawahan-Ngimbang, Jalan Miri-Getan, Jalan Gluo-Sawit, Jalan Kaloputih-Ireng-ireng, dan Jalan Sorowajan-Randubelang.

Perbaikan 11 ruas jalan itu sampai saat ini masih dalam proses lelang, "Kami masih menyiapkan dokumen lelang. Targetnya selesai secepatnya supaya langsung dikerjakan," kata Bobot.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online