RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Salah satu narasumber memaparkan materinya dalam acara bedah buku Menggeluti Dunia Wirausaha yang digelar di Balai Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Jumat (15/2/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Kuliner dan kerajinan dinilai masih jadi dua bisnis yang sangat potensial di DIY. Pasalnya, kedua sektor bisnis ini kini masih terus jadi buruan para wisatawan yang datang.
Pelaku usaha kuliner Joja, Aluh Peni Untari mengatakan perkembangan pariwisata di DIY yang cukup pesat, memang sudah seharusnya jika berdampak positif pada sektor usaha dan bisnis. Menurut dia saat ini kian menjamur pelaku-pelaku usaha di bidang kuliner dan kerajinan. Namun sayangnya yang memanfaatkan peluang bisnis kuliner tersebut justru orang-orang dari luar Jogja. "Ibaratnya Jogja hampir bukan milik orang Jogja lagi, karena banyak toko oleh-oleh justru bukan punya orang Jogja," kata Aluh di sela-sela diskusi dan bedah buku Menggeluti Dunia Wirausaha yang digelar di Balai Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Jumat (15/2/2019).
Kondisi tersebut dikui Aluh merupakan tantangan bagi warga Jogja. Warga harus mulai memberanikan diri membuka usaha dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada tanpa terpaku pada modal usaha.
Bahkan pemilik usaha katering dan toko oleh-oleh ini menantang warga yang serius berwirausaha. "Kami akan bantu yang punya keseriusan dan yang mau maju. Sekarang tinggal bagaimana kemauan warga," ucap Aluh.
Senada, salah satu pendamping usaha mikro kecil menengah (UMKM) di DIY, Novita Budi Kurniati yang juga didapuk sebagai pemateri dalam bedah buku yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY tersebut mengatakan dalam memulai usaha butuh keseriusan. Buku karya Daryanto yang dibedah itu, menurut Novita bisa menjadi salah satu referensi dan panduan bagi yang ingin memulai usaha.
Dalam buku itu, kata dia, juga dilengkapi dengan contoh jenis-jenis usaha yang sukses. Selain itu buku tersebut juga berisi kiat-kiat membangun usaha sukses. "Mulai dari perencanaan, produksi, pemasaran atau target pemasaran, pengelolaan keuangan hingga pengelolaan sumber daya manusia," kata Novita.
Kepala Bidang Pembinan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Juli Sugiarto, mengatakan bedah buku yang digelar di Desa Bangunharjo merupakan bagian dari upaya DPAD mendekatkan buku atau sumber informasi kepada masyarakat. "Harapannya semakin menumbuhkan budaya baca di masyarakat," kata dia.
Karena itu selain membedah buku, warga yang ikut dalam acara tersebut juga mendapatkan buku secara gratis. Bedah buku itu rutin digelar DPAD DIY sebanyak 60 kali tahun ini. “Event ini akan kami gelar secara maraton sampai September mendatang dengan lokasi yang berbeda-beda di empat kabupaten dan kota.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.