Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Mahfud MD. /Sntarafoto-Reno Esnir
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya untuk mendelegitimasi penyelenggaraaan Pemilu 2019 terus dilakukan sekelompok orang. Salah satu hal yang dilakukan dengan cara menyebar berita-berita hoaks yang menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan munculnya gerakan yang menyerang KPU dengan informasi-informasi yang tidak benar merupakan salah satu cara untuk mendelegitimasi KPU. Dia mencontohkan informasi di media sosial yang menyebutkan KPU sudah menjadi alat penguasa di Pemilu adalah tidak benar alias hoaks.
"KPU dituduh tidak netral. Buktinya apa? KPU menurut saya independen, dan KPU itu bukan alat pemerintah tapi alat kekuatan politik. Berita-berita hoaks soal KPU bisa menurunkan kepercayaan masyarakat," katanya di sela-sela kegiatan dengan generasi milenial di Stasiun Tugu Jogja, Selasa (19/2/2019) malam.
Dia kembali mencontohkan informasi jutaan surat suara di tujuh kontainer yang sudah tercoblos, termasuk di antaranya adalah hoaks soal rencana penggantian Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin oleh Basuki Thjaja Purnama.
Menurut Mahfud itu tidak benar. "Bahkan meski sudah diklarifikasi kebenarannya oleh pihak terkait, namun berita-berita itu terus diproduksi dan jika dibiarkan kepercayaan rakyat kepada negara maupun penyelenggarah Pemilu akan turun,” kata Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini.
Menurutnya, gerakan tersebut muncul untuk mengacaukan Pemilu. Informasi-informasi hoaks soal Pemilu sengaja diproduksi agar menurunkan kepercayaan di masyarakat. "Kalau kepercayaan rakyat menurun maka apapun hasil Pemilu dinilai tidak akan kredibel. Padahal KPU sekarang ini paling independen karena dibentuk DPR," katanya.
Allisa Wahid yang juga hadir dalam kegiatan di Stasiun Tugu Jogja itu menilai Indonesia menghadapi perpecahan ideologi kebangsaan yang disebabkan perkembangan pesat teknologi. Perkembangan teknologi melahirkan generasi yang millenial yang tidak lagi terikat pada daerah maupun darah dia berasal. "Generasi milenial hanya terikat pada kesamaan nilai dan ideologi yang sekarang ini mudah dikomunikasikan,” katanya.
Mereka memiliki karakter progresif, tidak bertele-tela, tidak takut apapun, dan tidak mau terikat dengan nilai-nilai lama. Para generasi milenial akan semakin jauh dengan semangat kebangsaan yang dibangun. "Karena itulah patriotisme menjadi salah satu hal yang harus ditumbuhkan bagi generasi milenial. Sebab di sanalah harga diri sebuah bangsa bisa muncul," kata putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Sabtu.
Timnas Indonesia naik ke posisi kedua klasemen Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Timor Leste 3-0. Simak klasemen lengkapnya.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke final DC Open 2026 usai menang 6-1, 6-1 atas pasangan China di semifinal.
Program transmigrasi Sleman 2026 membuka dua kuota ke Poso dan Polewali Mandar dengan potensi pertanian, kakao, dan kopi.