Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Mahfud MD. /Sntarafoto-Reno Esnir
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya untuk mendelegitimasi penyelenggaraaan Pemilu 2019 terus dilakukan sekelompok orang. Salah satu hal yang dilakukan dengan cara menyebar berita-berita hoaks yang menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan munculnya gerakan yang menyerang KPU dengan informasi-informasi yang tidak benar merupakan salah satu cara untuk mendelegitimasi KPU. Dia mencontohkan informasi di media sosial yang menyebutkan KPU sudah menjadi alat penguasa di Pemilu adalah tidak benar alias hoaks.
"KPU dituduh tidak netral. Buktinya apa? KPU menurut saya independen, dan KPU itu bukan alat pemerintah tapi alat kekuatan politik. Berita-berita hoaks soal KPU bisa menurunkan kepercayaan masyarakat," katanya di sela-sela kegiatan dengan generasi milenial di Stasiun Tugu Jogja, Selasa (19/2/2019) malam.
Dia kembali mencontohkan informasi jutaan surat suara di tujuh kontainer yang sudah tercoblos, termasuk di antaranya adalah hoaks soal rencana penggantian Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin oleh Basuki Thjaja Purnama.
Menurut Mahfud itu tidak benar. "Bahkan meski sudah diklarifikasi kebenarannya oleh pihak terkait, namun berita-berita itu terus diproduksi dan jika dibiarkan kepercayaan rakyat kepada negara maupun penyelenggarah Pemilu akan turun,” kata Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini.
Menurutnya, gerakan tersebut muncul untuk mengacaukan Pemilu. Informasi-informasi hoaks soal Pemilu sengaja diproduksi agar menurunkan kepercayaan di masyarakat. "Kalau kepercayaan rakyat menurun maka apapun hasil Pemilu dinilai tidak akan kredibel. Padahal KPU sekarang ini paling independen karena dibentuk DPR," katanya.
Allisa Wahid yang juga hadir dalam kegiatan di Stasiun Tugu Jogja itu menilai Indonesia menghadapi perpecahan ideologi kebangsaan yang disebabkan perkembangan pesat teknologi. Perkembangan teknologi melahirkan generasi yang millenial yang tidak lagi terikat pada daerah maupun darah dia berasal. "Generasi milenial hanya terikat pada kesamaan nilai dan ideologi yang sekarang ini mudah dikomunikasikan,” katanya.
Mereka memiliki karakter progresif, tidak bertele-tela, tidak takut apapun, dan tidak mau terikat dengan nilai-nilai lama. Para generasi milenial akan semakin jauh dengan semangat kebangsaan yang dibangun. "Karena itulah patriotisme menjadi salah satu hal yang harus ditumbuhkan bagi generasi milenial. Sebab di sanalah harga diri sebuah bangsa bisa muncul," kata putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.