Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Dua pengunjung berfoto di area Situs Sokoliman, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul bakal menata ulang Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Total biaya yang dibutuhkan untuk penataan mencapai Rp600 juta.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan penataan ulang Situs Sokoliman merupakan hasil koordinasi dari tim ahli BPCB DIY. Menurut dia program penataan sudah masuk dalam program kegiatan di tahun ini. “Sudah masuk dan rencananya untuk penataan ulang dialokasikan anggaran Rp600 juta,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (1/3/2019).
Dia menjelaskan penataan situs dilakukan agar keberaadaannya menonjolkan artefak yang asli. Rencananya, miniatur menhir yang sudah bangun akan dirobohkan dan diganti menhir yang asli. Selain itu, Disbud juga membangun satu gazebo di bagian belakang untuk dimanfaatkan menyimpan artefak menhir berukuran kecil. “Semua sudah dikonsep dan nantinya penataan ditarget selesai tahun ini,” katanya.
Mantara menambahkan di dalam rencana penataan tim ahli BPCB meminta agar menhir raksasa berukuran empat meter yang ditemukan di area permakaman umum di Dusun Sokoliman untuk didirikan. Namun demikian, proses ini sulit terealisasi karena menhir patah di bagian leher sehingga sulit didirikan. “Kami tidak tahu bagaimana cara menyambungnya, tapi kalau memang tidak bisa, solusinya menhir diletakan di area dalam situs,” kata mantan Sekretaris Camat Nglipar ini.
Dia menambahkan di sekitar kawasan Situs Sokoliman diduga masih menyimpan banyak artefak peninggalan masa lampau. Namun demikian keberadaannya belum bisa dieskavasi secara mendalam. “Dugaannya masih banyak benda-benda yang memiliki warisan budaya masa lalu masih terpendam di sekitaran Situs Sokoliman,” katanya.
Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Winarsih, mengatakan Bumi Handayani memiliki peradaban tertua dan terlengkap di wilayah DIY. Hal ini terlihat dari temuan artefak yang dimiliki mulai dari zaman prasejarah hingga zaman kontemporer.
Dikatakan Winarsih, Situs Sokoliman merupakan tempat yang memiliki peninggalan paling lengkap. “Di lokasi situs awalnya hanya ditemukan lima buah peti kubur batu, tetapi setelah dijadikan sebagai penampung jumlah koleksi terus bertambah. Hingga sekarang di Situs Sokoliman terdapat 248 menhir dan 17 kubur batu,” katanya, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.