Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Dua pengunjung berfoto di area Situs Sokoliman, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul bakal menata ulang Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Total biaya yang dibutuhkan untuk penataan mencapai Rp600 juta.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan penataan ulang Situs Sokoliman merupakan hasil koordinasi dari tim ahli BPCB DIY. Menurut dia program penataan sudah masuk dalam program kegiatan di tahun ini. “Sudah masuk dan rencananya untuk penataan ulang dialokasikan anggaran Rp600 juta,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (1/3/2019).
Dia menjelaskan penataan situs dilakukan agar keberaadaannya menonjolkan artefak yang asli. Rencananya, miniatur menhir yang sudah bangun akan dirobohkan dan diganti menhir yang asli. Selain itu, Disbud juga membangun satu gazebo di bagian belakang untuk dimanfaatkan menyimpan artefak menhir berukuran kecil. “Semua sudah dikonsep dan nantinya penataan ditarget selesai tahun ini,” katanya.
Mantara menambahkan di dalam rencana penataan tim ahli BPCB meminta agar menhir raksasa berukuran empat meter yang ditemukan di area permakaman umum di Dusun Sokoliman untuk didirikan. Namun demikian, proses ini sulit terealisasi karena menhir patah di bagian leher sehingga sulit didirikan. “Kami tidak tahu bagaimana cara menyambungnya, tapi kalau memang tidak bisa, solusinya menhir diletakan di area dalam situs,” kata mantan Sekretaris Camat Nglipar ini.
Dia menambahkan di sekitar kawasan Situs Sokoliman diduga masih menyimpan banyak artefak peninggalan masa lampau. Namun demikian keberadaannya belum bisa dieskavasi secara mendalam. “Dugaannya masih banyak benda-benda yang memiliki warisan budaya masa lalu masih terpendam di sekitaran Situs Sokoliman,” katanya.
Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Winarsih, mengatakan Bumi Handayani memiliki peradaban tertua dan terlengkap di wilayah DIY. Hal ini terlihat dari temuan artefak yang dimiliki mulai dari zaman prasejarah hingga zaman kontemporer.
Dikatakan Winarsih, Situs Sokoliman merupakan tempat yang memiliki peninggalan paling lengkap. “Di lokasi situs awalnya hanya ditemukan lima buah peti kubur batu, tetapi setelah dijadikan sebagai penampung jumlah koleksi terus bertambah. Hingga sekarang di Situs Sokoliman terdapat 248 menhir dan 17 kubur batu,” katanya, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.
Presiden ICAO mengapresiasi keselamatan penerbangan Indonesia. Skor audit mencapai 78,85%, di atas rata-rata global 70,6%.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.