Program Restoking Ikan Akan Kembali Dilakukan

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Rabu, 06 Maret 2019 04:57 WIB
Program Restoking Ikan Akan Kembali Dilakukan

Ikan lele/Ikanku17.blogspot

Harianjogja.com, PENGASIH--Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo akan kembali melakukan program restocking ikan. Sedikitnya 231.200 ikan berjenis nila dan tawes telah disiapkan untuk ditebar di sejumlah perairan di Kulonprogo.

Kepala DKP Kulonprogo, Sudarna mengatakan 231.200 ekor ikan diperoleh dari APBD Kabupaten dan Provinsi. Rinciannya, 111.200 ekor dari kabupaten, dan untuk provinsi sebanyak 120.000 ekor. "Untuk yang provinsi akan ditebar setelah bulan April, kemudian disusul yang kabupaten," ucap Sudarna, Selasa (5/3/2019).

Ratusan ribu ikan dari anggaran provinsi akan ditebar di 12 titik di Kulonprogo, antara lain Sungai Boro, Sungai Gede, Sunga Diro, Embung Juruk, Miri Sewu, Bendung Kamal, Sungai Nagung, Sungai Serang, Bendung Sepuri, Embung Sumoroto, Kalipapah, dan Sungai Pringkali Jatimulyo. Sementara untuk kabupaten masih dalam pembahasan.

Dibandingkan 2018 lalu, jumlah ikan yang direstoking tahun ini cenderung lebih sedikit. Adapun pada tahun lalu sebanyak 1.371.000 ekor ikan bisa ditebar. Dari jumlah tersebut, anggaran kabupaten menyumbangkan 173.000 ekor yang terdiri dari 153.000 ikan nila dan 20.000 ekor ikan bandeng.

Sementara dari anggaran provinsi sebanyak 1.190.600 ekor. Rinciannya 831.000 ikan nila 831.000, 274,600 ikan tawes, 84.000 ikan bandeng dan 1.000 ekor kepiting. Jumlah itu belum termasuk program restocking dari pihak swasta dengan jenis ikan sidat sebanyak 7.500 ekor.

"Memang terjadi penurunan, tapi saya yakin nanti di anggaran perubahan bakal ada tambahan lagi," ucap Sudarna.

Restocking ikan sendiri merupakan salah satu upaya penambahan pasokan ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum, dan perairan yang dianggap telah mengalami penurunan pasokan akibat tingkat pemanfaatan yang berlebihan.

Tujuan program ini selain menambah pasokan ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi, juga agar mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang. Keberadaan ikan pada suatu perairan akan memberikan manfaat baik bagi ekosistem perairan tersebut maupun bagi manusia untuk bahan pangan.

Keberadaan ikan ihwal khusus dalam sistem budidaya ikan di Kulonprogo memang menjadi penunjang realisasi cakupan produksi perikanan tiap tahunnya. Sebab, selalu melampaui target dibandingkan dengan produksi tangkap. Pada 2018 produksi budidaya ikan mencapai 13.749 ton dari target 12.890 ton.

Salah satu budidaya ikan yang menjadi primadona ialah ikan lele. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan DKP Kulonprogo, Leo Handaka. Dia mengatakan untuk saat ini budidaya ikan lele menjadi primadona karena paling melimpah di Kulonprogo.

Per triwulan 2018, rata-rata produksi ikan lele bisa mencapai rata-rata 750.000 ekor hingga 2 juta ekor. Dengan jumlah itu menjadikan Kulonprogo sebagai produsen ikan lele terbesar se DIY.

Produksi lele sangat bagus pada Juni hingga September. Lahan seluas satu hektare untuk ikan lele, produksinya lebih dari dua ton perbulan. Kemudian produksi akan turun pada pertengahan Desember sampai Januari dengan produksi 1,7 ton perbulan. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang tidak mendukung.

"Permasalahan Budi daya lele itu hanya cuaca. Kami tidak bisa melawan cuaca. Kematian ikan pada pertengahan Desember sampai Januari sebanyak 25 persen," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online