Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA- Hujan lebat mengguyur wilayah DIY pada Rabu (6/3/2019) hingga Kamis (7/3/2019) dini hari menyebabkan sejumlah titik terendam banjir. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa titik, terutama wilayah Gunungkidul.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan bencana banjir dan tanah longsor terjadi di empat kecamatan di wilayah Gunungkidul meliputi Kecamatan Gedangsari, Semin, Ngawen dan Nglipar. Di Gedangsari, misalnya, luapan air sungai menyebabkan dua desa Hargomulyo dan Mertelu terendam banjir. Dilaporkan juga satu jembatan rusak dan sejumlah ternak milik warga ikut hanyut.
Sedangkan di Kecamatan Nglipar, luapan Sungai Oya menyebabkan banjir di Dusun Negung, Desa Katongan. Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) semoat diungsikan ke Balai Dusun Kedung, Desa Katongan.
"Saya tadi [kemarin] sudah meninjau ke lokasi [Gedangsari]. Luapan air sungai dan banjir di beberapa titik sudah surut. Langkah pertama yang dilakukan adalah assessment. Hingga kini kami masih lakukan pendataan dan evakuasi, belum mengetahui jumlah kerugiannya," katanya kepada Harian Jogja, Kamis [7/3/2019].
Biwara menjelaskan, selain banjir hujan yang turun sejak Rabu siang hingga Kamis dinihari juga berdampak pada tanah longsor di sejumlah titik. Di Kecamatan Gedangsari, tanah longsor merusak tiga ruas jalan penghubung antar-dusun dan dua unit rumah warga.
Tanah longsor di Kecamatan Nglipar menyebabkan sembilan KK atau 17 jiwa mengungsi karena rumahnya rusak. Warga diungsikan ke rumah milik salah seorang warga di Desa Natah, Nglipar.
Selain di Kabupaten Gunungkidul, tanah longsor juga terjadi di Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo. Bencana menyebabkan 1 rumah warga rusak. Di Kota Jogja, longsor terjadi di Kelurahan Tegalrejo, Tegalrejo.
Terhadap potensi longsor tersebut, Biwara juga menemui warga di Gedangsari yang rumahnya berpotensi terkena longsoran. Sebab rumah tersebut berada di lereng yang tanahnya tidak stabil dan berpotensi longsor. Menurutnya, kebijakan untuk merelokasi rumah warga yang berpotensi terkena longsoran sepenuhnya berada ditangan pemerintah kabupaten.
"Saya tanyakan [ke warga] kalau memang membahayakan apakah mau untuk direlokasi? Warga terdampak setuju saja, manut sama aturan [kebijakan] asalkan aman," katanya.
Disinggung soal munculnya rekahan di wilayah Dusun Tonogoro, Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo, Biwara menjelaskan jika BPBD menggandeng UGM untuk melakukan penelitian terhadap potensi rekahan di wilayah Kulonprogo. Jika memang ada laporan terkait munculnya retakan tanah di lereng perbukitan Mereka tentu akan dilakukan upaya-upaya antisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.