Bima Seta dari Jogonalan Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Kabid Bidang Pembinaan dan Pengembangan DPAD DIY, Juli Sugiarto memberikan penjelasan tentang pentingnya mengelola potensi wisata kepada warga Panjangrejo, Pundong, Bantul. /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
Harianjogja.com, BANTUL--Destinasi wisata di DIY memang tidak kalah dengan kota wisata lainnya yang ada di Indonesia, khususnya untuk daerah Kabupaten Bantul sangat banyak ditemui desa wisata dan juga rintisan risata. Selain potensi wisatannya, Kabupaten Bantul juga memiliki berbagai macam budaya serta kerajinan tangan buatan warganya sendiri.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama Komisi D DPRD DIY mengajak masyarakat Desa Panjangrejo, Pundong, Kabupaten Bantul tingkatkan potensi wisata yang ada di daerahnya melalui acara bedah buku Manajemen Pemasaran Pariwisata. Acara yang diikuti oleh 100 warga ini berlangsung dengan lancar di balai pertemuan Dusun Gunung Puyuh, Panjangrejo, Pundong, Kabupaten Bantul pada pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB.
Dalam acara yang bedah buku kali ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan DPAD DIY, Juli Sugiarto dan juga Anggota Komisi D DPRD DIY Suwardi. Selain itu turut hadi juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.
“Kami memilih membuat bedah buku ini dengan tujuan agar minat baca di Indonesia khususnya di Bantul bisa bertambah. Selain itu disini itu [Panjangrejo] potensi wisatanya itu sangat banyak, seperti kerajinan gerabah, kuliner,” Kata Kabid Pembinaan dan Pengembangan DPAD Kabupaten Bantul, Juli Sugiarto, saat ditemui Harian Jogja pada Jumat (8/3/2019)
Ia menambahkan bahwa selama ini potensi-potensi wisata tersebut belum dikelola dengan baik oleh warga sekitar, maka dari itu pihaknya ingin membantu wargar sekitar meningkatkan potensi tersebut dengan membaca untuk memunculkan berbagai inovasi baru agar Desa Panjangrejo menjadi Desa Wisata.
Suwardi selaku Anggota Komisi D DPRD juga mengatakan hal sama, iaa beranggapan bahwa Panjangrejo saat ini hanya berstatus desa rintisan wisata yang harus terus dikembangkan. “Seharusnya desa seperti ini mampu menjadi desa wisata unggulan untuk Bantul, maka dari itu kami bekerja sama dengan DPAD agar potensi tersebut dapat dikembangkan,” katanya.
“Harapan kami setelah acara warga sekitar mampu meningkatkan lagi dan juga mengembangkan lagi potensi-potensi wisata yang ada disini, seperti kuliner dan juga arena motor trail yang ada didekat sini bisa dikelola lagi agar dapat membantu perekonomian mereka,” tutup Suwardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.