Pemdes Mangunan Siapkan Rp800 Juta untuk Bangun Restoran

Objek wisata Watu Goyang, Mangunan, Dlingo, Selasa (5/3/2019). Kawasan inilah yang akan dibangun reatoran desa tahun ini dengan anggaran mencapai Rp800 juta. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Maret 2019 19:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemdes Mangunan akan membangun restoran desa di Dusun Cempluk, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo. Anggaran untuk restoran ini sudah tersedia sebesar Rp800 juta dari APBDes 2019 Desa Mangunan.

Kepala Desa Mangunan, Jiyono Ihsan mengatakan pembangunan restoran desa akan menempati lahan sekitar sembilan hektare di kawasan wisata Watu Goyang, Mangunan. Lokasi tersebut dipilih lantaran berada di tepi jalan utama Imogiri-Mangunan. “Selain itu pemandangan alam di kawasan itu juga cukup bagus, sehingga dapat memanjakan wisatawan yang makan di area tersebut,” kata dia saat ditemui di Balai Desa Mangunan, Selasa (5/3/2019).

Saat ini Watu Goyang hanya mengandalkan spot swafoto. Setiap wisatawan yang masuk hanya membayar Rp2.500 sehingga kurang efektif sebagai pemasukan kas desa. Padahal pemandanga‎n Watu Goyang cukup bagus, bisa menyaksikan jantung Kota Jogja dan laut selatan.

Maka ide membuat warung makan muncul. Namun bukan sekedar warung makan seperti pada umumnya. "Harus ada yang unik yang bisa dijual. Salah satunya adalah cara memasak, penyajian, dan masakannya akan dikemas berbeda sehingga menjadi daya tarik wisatawan," kata Jiyono.

Dia mencontohkan cara memasak yang biasanya menggunakan kompor dan gas, maka di restoran desa nanti hanya menggunakan tungku dan arang. Semua yang masak dan peramu saji juga mengenakan akaian jawa.

Selain itu menu masakan akan mengandalkan makanan khas ala kampung seperti sayur oblo-oblo, sayur gumbing, tempe garit, ayam kampung. Ada juga gudeg, "Gudegnya bukan gudeg dari nangka seperti biasanya tapi gudeg manggar. Bagi yang tidak suka nasi nanti akan disediakan juga tiwul dan bledak," kata dia

Lebih lanjut Jiyono mengatakan idenya tersebut tidak lepas dari hasil pengamatan pengelolaan wisata di Merapi Sleman. Ia melihat ada salah satu kafe di lereng merapi yang cukup ramai terutama pada malam hari. Sementara pemandangan kawasan tersebut diakuinya malah lebih bagus di Mangunan.

Jiyono menambahkan Watu Goyang salah satu obyek wisata yang dikelola desa selain obyek wisata Watu Mabur, Songgo Langit, dan Watu Lawak. Namun dari sisi pendapatan desa masih kalah dengan obyek wisata yang dikelola masyarakat dan Pemda DIY seperti hutan inus dan Kebun Buah Mangunan.

Meski begitu, dia tak terlalu mempersoalkan karena semua yang mendapatkan manfaatnya adalah masyarakat Desa Mangunan. Pemasukan desa dari sektor pariwisata selama 2018 lalu mencaai 150 juta. "Saya yakin dalam dua tahun ke depan PADes Mangunan meningkat 10 kali lipat," ujar Jiyono.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan objek wisata di Mangunan menjadi salah satu lokasi primadona bagi wisatawan. Namun ia mengingatkan agar pengelola terus berinovasi dan tidak puas dengan keramaian saat ini. Sebab, jika hanya menjual alam lambat laun wisatawan akan bosan.

"Perlu dikemas dengan paket wisata lainnya yang tidak hanya mengandalkan Mangunan tapi bisa kerjasama dengan objek wisata lainnya. Kemudian pelayanan juga perlu diperhatikan," kata Kwintarto.