Penerima Bansos Beras Gunungkidul Bertambah 35.000 Keluarga
Bansos beras Gunungkidul naik menjadi 162.274 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai 18 Agustus dan ditarget selesai 18 September 2026.
Rumah yang terdampak longsor di Dusun Jatibungkus, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Jumat (21/12/2018)./Ist-Dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak tanah longsor dan banjir bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman. Untuk pembangunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul siap memberikan bantuan.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, menyambut baik tujuh warga terdampak banjir dan longsor mau direlokasi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, lokasi yang ditempati saat ini rawan terjadi bencana.
Menurut Immawan pada awalnya keluarga terdampak enggan pindah. Namun setelah mendapatkan bimbingan dan pengarahan dari tim BPBD Gunungkidul, ketujuh kepala keluarga mau dipindah. “Waktu mediasi saya ikut mendatangi rumah warga terdampak. Kami bersyukur setelah itu warga mau pindah ke tempat yang lebih aman,” kata Immawan kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).
Ketujuh rumah warga yang mau direlokasi di antaranya empat rumah di Desa Natah, Kecamatan Nglipar; satu rumah di Dusun Baturturu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari; dan dua rumah lainnya di wilayah Kecamatan Ngawen. “Lima rumah yang terdampak longsor, sedang dua lainnya yang di Kecamatan Ngawen terendam air saat banjir di Kali Oya,” kata Immawan.
Immawan menambahkan setelah warga sepakat, Pemkab melalui BPBD segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membahas lahan untuk lokasi hunian baru. “Bisa dilakukan dengan tukar guling karena yang terpenting warga dapat tinggal di lokasi yang aman. Mudah-mudahan untuk penempatan di lokasi baru berjalan dengan lancar,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, menambahkan relokasi warga terdampak tanah longsor dan banjir masih membutuhkan waktu. Hal ini lantaran butuh lahan untuk pembangunan rumah baru bagi warga terdampak. “Nanti kami koordinasikan lebih lanjut dengan pemdes terkait,” katanya.
Dia menegaskan jajarannya siap memberikan bantuan stimulan untuk pembangunan rumah yang baru. “Jika lahan relokasi selesai kami bisa membantu stimulan bahan bangunan untuk membangun rumah di tempat relokasi,” kata Edy.
Dikatakan Edy, dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada Rabu (6/3) terdapat 104 rumah terkena dampak tanah longsor dan banjir. “Hingga saat ini ada 45 warga di Batuturu, Desa Mertelu masih terisolasi karena jalan terputus akibat tanah longsor. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jalan bisa kembali digunakan,” katanya.
Untuk saat ini BPBD masih mendata karena masih ada laporan tanah longsor yang terjadi. “Pendataan dilakukan untuk penanganan. Untuk longsor di Tamansari baru dilaporkan Jumat pagi sehingga laporan dijadikan dasar untuk melakukan penanganan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos beras Gunungkidul naik menjadi 162.274 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai 18 Agustus dan ditarget selesai 18 September 2026.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.