Garebeg Besar 2026 Digelar Sederhana, Tanpa Kirab Prajurit
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Potensi longsor di sejumlah daerah di DIY pascabencana Rabu (6/3/2019) perlu diupdate. Pendataan dan pembaruan tersebut penting dilakukan untuk menghindari korban.
Kepala Pelaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantara berharap agar kabupaten/kota, terutama Gunungkidul, melakukan kajian dan pendataan terhadap potensi bencana rawan longsor setelah peristiwa pada Rabu lalu.
"Ini penting dilakukan karena ada beberapa warga yang membutuhkan relokasi karena tanah di atas rumahnya tidak stabil, rawan longsor," katanya, Jumat (8/3/2019).
Menurut Biwara, kajian terhadap potensi longsor di daerah masing-masing bertujuan untuk mengeluarkan kebijakan lanjutan terkait tingkat ancaman yang harus diwaspadai. Termasuk mitigasi bencana yang cocok dan dibutuhkan. "Apakah rekomendasi direlokasi atau tidak? Ini membutuhkan kajian. Pendataan juga dibutuhkan untuk menginventarisasi kawasan rawan dan pemukiman warga," katanya.
Hingga kini, kata Biwara, Pemkab Gunungkidul masih membahas upaya pemulihan pascabencana. Pasalnya selain mengalami banjir, sejumlah kecamatan di Gunungkidul juga mengalami longsor. Dia berharap agar masyarakat di daerah rawan longsor harus mencermati kembali lingkungannya. "Kemarin ada satu rumah yang rata dengan tanah. Beruntung, pemilik rumah yang tinggal di bawah lereng menyadari saat ada tanda-tanda longsor langsung menyelamatkan diri," katanya.
Selain perbukitan curam, rumah yang berada di bawah area persawahan juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan mengecek kondisi tanah. Kontur tanah yang miring tajam apalagi ada retakan, sangat beresiko longsor. "Jangan merasa aman. Sebab kondisi lingkungan bisa berubah seiring kelembaban dan kandungan air di dalam tanah. Kalau kandungan air tinggi, terdapat rekahan, potensi longsor tinggi," katanya.
Berdasarkan data BPBD DIY, bencana hidrometeorologi pada Rabu lalu mengakibatkan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Tanah longsor terjadi di 52 titik, banjir dan genangan (30 titik), pohon tumbang (satu titik), rumah rusak (28 unit), akses jalan (29 titik), jembatan rusak (empat titik). Bencana tersebut berdampak pada 89 KK di wilayah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.