Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Potensi longsor di sejumlah daerah di DIY pascabencana Rabu (6/3/2019) perlu diupdate. Pendataan dan pembaruan tersebut penting dilakukan untuk menghindari korban.
Kepala Pelaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantara berharap agar kabupaten/kota, terutama Gunungkidul, melakukan kajian dan pendataan terhadap potensi bencana rawan longsor setelah peristiwa pada Rabu lalu.
"Ini penting dilakukan karena ada beberapa warga yang membutuhkan relokasi karena tanah di atas rumahnya tidak stabil, rawan longsor," katanya, Jumat (8/3/2019).
Menurut Biwara, kajian terhadap potensi longsor di daerah masing-masing bertujuan untuk mengeluarkan kebijakan lanjutan terkait tingkat ancaman yang harus diwaspadai. Termasuk mitigasi bencana yang cocok dan dibutuhkan. "Apakah rekomendasi direlokasi atau tidak? Ini membutuhkan kajian. Pendataan juga dibutuhkan untuk menginventarisasi kawasan rawan dan pemukiman warga," katanya.
Hingga kini, kata Biwara, Pemkab Gunungkidul masih membahas upaya pemulihan pascabencana. Pasalnya selain mengalami banjir, sejumlah kecamatan di Gunungkidul juga mengalami longsor. Dia berharap agar masyarakat di daerah rawan longsor harus mencermati kembali lingkungannya. "Kemarin ada satu rumah yang rata dengan tanah. Beruntung, pemilik rumah yang tinggal di bawah lereng menyadari saat ada tanda-tanda longsor langsung menyelamatkan diri," katanya.
Selain perbukitan curam, rumah yang berada di bawah area persawahan juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan mengecek kondisi tanah. Kontur tanah yang miring tajam apalagi ada retakan, sangat beresiko longsor. "Jangan merasa aman. Sebab kondisi lingkungan bisa berubah seiring kelembaban dan kandungan air di dalam tanah. Kalau kandungan air tinggi, terdapat rekahan, potensi longsor tinggi," katanya.
Berdasarkan data BPBD DIY, bencana hidrometeorologi pada Rabu lalu mengakibatkan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Tanah longsor terjadi di 52 titik, banjir dan genangan (30 titik), pohon tumbang (satu titik), rumah rusak (28 unit), akses jalan (29 titik), jembatan rusak (empat titik). Bencana tersebut berdampak pada 89 KK di wilayah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.