Ini Dia Belukar Tepi Kali yang Kini Disulap Jadi Objek Wisata

Wisatawan berkunjung ke wisata pinggir sungai di RT 01 RW 40 , Dusun Blotan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Jumat (8/3/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
08 Maret 2019 20:20 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kawasan bantaran sungai yang berada di RT 01 RW 40 Dusun Blotan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, disulap jadi jadi tempat wisata tepi kali. Penataan yang juga diinisiasi oleh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomis kawasan tersebut. Diharapkan pula hal tersebut bisa menarik wisatawan untuk berkunjung.

Pendamping program Kotaku Dusun Blotan, Darmawan, mengatakan proses penataan kawasan Dusun Blotan menjadi tempat wisata sejatinya telah dimulai sejak September 2018 lalu. Saat itu ada dua skema penganggaran yang disiapkan, yakni melalui Program Kotaku dan Program Pendanaan Kumuh APBD Sleman.

"Program Kotaku menggunakan anggaran 2017 sekitar Rp500 juta untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju tempat wisata dan pembuatan drainase. Sedangkan APBD Sleman 2017 dipakai sekitar Rp1,3 miliar untuk jalan di sekitar tempat wisata dan untuk pengembangan wisata," kata dia kepada Harianjogja.com, Jumat (8/3/2019).

Ketua Paguyuban Ledok Blotan, Sigit Nuryono, mengatakan penataan kawasan Dusun Blotan menjadi tempat wisata berdampak cukup signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan perekonomian sekitar 50 kepala keluarga (KK) di RT 01 RW 40, Dusun Blotan. "Sebelumnya, daerah sekitar sungai hanya hutan dan belukar serta kurang terawat. Sebelumnya masyarakat di sini juga belum sadar wisata," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, operasional wisata sudah dirintis sejak tiga bulan lalu, selain wisata air di Sungai Sembung, nantinya Kawasan Wisata Dusun Blotan juga akan dikembangkan dengan wisata kuliner dari kelompok masyarakat Dusun Blotan secara bergiliran. Selain itu, di area tersebut juga akan dibuka wahana outbound. "Untuk sementara kami belum menerapkan tiket masuk, hanya menerapkan bea parkir. Untuk operasional dan pengembangan, kami menggunakan donasi dari para wisatawan yang berkunjung," ujar dia.

Kendati baru tiga bulan beroperasi, lanjut dia, antusias masyarakat yang berkunjung cukup tinggi dengan rata-rata pengunjung diatas 50 orang perharinya. Jumlah tersebut juga bertambah banyak jika kondisi cuaca cerah. "Paling sering dipakai untuk tempat berkumpul komunitas, kelompok, hingga anak-anak sekolah. Dengan suasana yang sejuk dan dilengkapi dengan wisata air sungai yang jernih, ini yang menjadi daya tarik tersendiri," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya program Kotaku telah menyasar pula kawasan pedestrian di bantaran Kali Code, tepatnya di Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Jogja. Di kawasan tersebut, penataan mulai dilakukan dari Jembatan Jambu dengan membangun jalan inspeksi selebar tiga meter. "Saat ini, yang selesai dibangun sekitar 200 meter, masih kurang 300 meter lagi yang akan dikerjakan. Itu dari Jembatan Jambu hingga Kewek," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Suryatmajan, Suparyanto, beberapa waktu lalu.

Tersambungnya jalan inspeksi itu bisa memberikan banyak keuntungan bagi warga. Selain untuk meningkatkan perekonomian juga, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, aksesibilitas, dan juga kesejahteraan warga.