Kebocoran Retribusi Pantai Terungkap, Pemkab Ambil Alih TPR Kemadang
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Pentas seni ketoprak dengan lakon Kamandaka Tanding diperagakan oleh anggota Sanggar Bungga Tanjung dalam kegiatan pentas seni budaya di Dusun Pringombo A, Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Rabu (13/3/2019)./Istimewa-dokumen Komunitas Sanggar Bunga Tanjung
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemerintah Desa (Pemdes) Pringombo bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menyelenggarakan pentas seni ketoprak di Dusun Pringombo A, Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Rabu (13/3/2019) malam. Pentas seni ini digelar sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan seni tradisi yang dimiliki nenek moyang.
Ketua Sanggar Bunga Tanjung, Sularno, mengatakan di desanya terdapat sanggar untuk berlatih seni ketoprak. Dia prihatin dengan kondisi seni ketoprak yang mulai jarang dipentaskan. Untuk mempertahankan eksistensi kesenian ini Desa Pringombo mengajukan kerja sama ke Dinpar DIY. “Kami bersyukur kerja sama disetujui sehingga malam ini [kemarin] bisa diselenggarakan pentas seni ketoprak,” kata Sularno kepada Harian Jogja, Rabu.
Dia menjelaskan pentas seni ini bukan hanya sebagai hiburan dan tontonan. Cerita yang dipentaskan diharapkan menjadi tuntutan dalam kehidupan masyarakat. “Kami memilih lakon Kamandaka Tanding,” katanya.
Sularno berharap pentas seni ketoprak bisa terus lestari. Salah satu upaya agar seni ketoprak tidak hilang dengan terus menggelar kegiatan seni budaya secara rutin dan berkelanjutan. Dia menyakini, dengan pementasan yang rutin, masyarakat khususnya generasi muda dapat mengetahui seni tradisi yang berlangsung secara turun temurun.
Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan Pemda DIY konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek, tetapi dapat dilakukan dengan pementasan seni dan budaya. Oleh karena itu, fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi yang berupa potensi alam. Ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung. “Pemerintah DIY mencanangkan target menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Jadi, untuk destinasi tidak hanya bergantung pada objek, tetapi juga mengembangkan pentas seni budaya di masyarakat,” katanya. Menurut Titik, pentas ketoprak di Pringombo patut diapresiasi karena selain sebagai tontontan juga sebagai sarana melestarikan seni tradisi yang dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.