Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi produk UMKM./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul menggelar pelatihan cara pengemasan produk kepada 25 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Kamis (21/3/2019).
Pelatihan tersebut diharapkan membuka wawasan pelaku usaha untuk tidak mengabaikan kemasan produk. Pasalnya kemasan produk salah satu instrumen yang dapat meningkatkan nilai sebuah produk.
Sekretaris Dinas Perdagangan Bantul, Priyo Harwijayanto mengatakan DIY sudah menjadi kota tujuan wisata dari berbagai daerah, termasuk Bantul di dalamnya. Sehingga wisatawan akan memburu oleh-oleh khas Jogja. Karena itu produk dari Bantul harus mampu bersaing dengan memperbaiki pengemasan, karena pembeli biasanya tidak hanya melihat produk, namun juga dari kemasan yang menarik. "Saya minta pelaku usaha mengemas produk usahanya dengan baik karena kemasan baik harga bisa naik dua kali lipat," kata Priyo, kata dia, Kamis.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Bantul Agus Riyadmadi mengatakan pelatihan pengemasan bagi para pelaku UMKM ini merupakan kelanjutan dari program tahun lalu dengan harapan pelaku usaha dapat mengubah cara pandang terhadap produk yang layak jual.
Dia berharap sebuah produk tidak hanya dikemas asal-asalan karena bisa menurunan nilai jual. Ada 25 pelaku usaha yang dilatih cara pengemasan. Setelah dilatih, mereka juga akan didampingi oleh Dinas selama beberapa waktu ke depan, "Pemantauan penting apakah ada peningkatan produksinya setelah memperbaiki kemasan? Apa yang masih kurang?" ujar Agus.
Tak hanya melatih pengemasan, Dinas Perdagangan, kata dia juga ikut mendampingi proses pemasaran. Tiap tahun biasanya ada pameran di berbagai daerah yang menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengikutinya. “Sejauh ini yang sering mengikuti pameran di antaranya adalah miedes asal Pundong dan wedang uwuh Imogiri,” kata dia.
Selain Priyo Harwijayanto dan Agus Riyadmadi, narasumber dalam pelatihan kemasan tersebut adalah pemilik Bakpia 3 Mutiara, Agus Sumardoso; dan Irmawan Jati Nugroho dari Independent Trainer for Packaging & Branding.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.