Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Sejumlah pengendara melintas di salah satu titik kerusakan jalan di kawasan perbatasan Gunungkidul dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Senin (25/3/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah warga di wilayah perbatasan berharap jalan provinsi di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, segera diperbaiki. Pasalnya di jalur ini banyak sekali jalur yang berlubang sehingga rawan kecelakaan.
Salah seorang warga Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, Ariyanto, mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya karena banyak yang rusak. Menurut dia, kondisi ini mengganggu kelancaran lalu lintas karena jalan banyak berlubang sehingga pengendara yang melintas harus berhati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. “Kalau tidak hati-hati bisa terjadi kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor,” kata Ari saat ditemui Harian Jogja, Senin (25/3/2019).
Menurut dia, perbaikan merupakan solusi yang tepat, terlebih lagi di jalur ini juga merupakan salah satu akses utama menuju Gunungkidul dari sisi utara. Meski demikian, ia mengaku hanya bisa berharap karena perbaikan merupakan kewenangan dari pemerintah. “Ya harapannya bisa diperbaiki sehingga jalannya mulus. Mosok di wilayah Jawa Tengah jalannya sudah bagus, tetapi saat masuk ke Gunungkidul ada jalan yang rusak. Jadi harapannya kerusakan tersebut jangan dibiarkan terlalu lama,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sunardi, warga Desa Candirejo, Kecamatan Semin Menurut dia, perbaikan jalan sangat diharapkan masyarakat. Selain sebagai upaya memperlancar arus lalu lintas, juga sebagai upaya mengindarkan pengendara dari kecelakaan.
Menurut dia, di titik kerusakan terparah sudah ada upaya menimbun dengan tanah uruk. Namun demikian Sunardi meyakini hal tersebut tidak bertahan lama sehingga lubang akan kembali terlihat. “Pengurukan yang dilakukan tidak permanen. Jadi, kalau terus diguyur hujan dan dilintasi kendaraan lama kelamaan kembali berlubang. Sebaiknya diperbaiki secara permanen bukan hanya diuruk dengan tanah,” katanya.
Menurut dia, kerusakan ada di sejumlah titik mulai dari tanjakan di Krikilan atau titik di Bulak Brumbung. Kerusakan yang terjadi tidak hanya jalan yang bergelombang, tetapi juga ada titik jalan yang berlubang. Selain masalah perbaikan jalan, warga juga berharap di sepanjang jalur diberikan lampu penerangan sehingga saat malam tidak gelap. “Jalannya rusak, kalau malam gelap karena minim lampu penerangan. Kami berharap ada upaya memperbaiki dengan melengkapi dengan fasilitas lampu untuk menerangi jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.