Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, PENGASIH--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo mengingatkan agar Pemkab Kulonprogo melakukan evaluasi dan persiapan sedini mungkin terkait rencana gelaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan, Pemkab Kulonprogo harus mengambil ancang-ancang dengan melakukan evaluasi hasil dari gelaran PPDB tahun lalu. Menurutnya, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan PPDB tahun lalu yang menjadi catatan perbaikan.
"Sistem IT harus diperbaiki. Tahun lalu menggunakan sistem online tapi masih error. Sekarang itu harus diuji coba dulu jangan langsung tiba-tiba menerapkan sistem online," kata Akhid pada Selasa (26/3/2019).
Akhid mengatakan sistem online dalam PPDB haruslah disiapkan sedini mungkin. Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) haruslah mencermati lebih dalam terkait aturan dalam pelaksanaan PPDB tersebut.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan, dalam penerapan sistem zonasi, pihak Pemkab haruslah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jangan sampai, ketika diterapkan, masih ada keluhan dari orang tua siswa karena ketidakpahaman sistem zonasi tersebut.
Sistem zonasi yang diterapkan pada tahun lalu yaitu zona satu untuk wilayah pedukuhan di sekitar sekolah dengan poin 100. Zona dua di luar pedukuhan tapi masih masuk satu kabupaten dengan poin 70, dan Zona 3 luar Kabupaten dengan poin 40.
Pada tahun lalu, berdasarkan pantauan dari DPRD Kulonprogo, masih ada pendaftar yang seharusnya masuk zona satu malah dianggap zona dua bahkan zona luar kabupaten.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan sinkronisasi aturan terkait sistem zonasi PPDB. "Aturannya belum ada, karena rancangan Perbupnya masih kami sinkronisasikan dengan Kabupaten dan Kota se-DIY," ujar Sumarsana pada Selasa. (Fahmi Ahmad Burhan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.
BNPB telah memverifikasi 51.591 rumah terdampak gempa M7,7 Flores. Sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat.