Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Ilustrasi dana atau anggaran./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kegiatan belanja barang dan jasa di lingkup Pemkab Gunungkidul hingga pertengahan April banyak yang belum dijalankan. Kegiatan ini belum berjalan karena terbentur masalah aturan yakni Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengadaan Barang dan Jasa.
Kondisi ini berdampak terhadap penyerapan anggaran milik OPD, salah satunya dialami Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP). Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono, mengaku pusing dengan belum selesainya Perbup tentang Juknis Pengadaan Barang dan Jasa. Menurut dia, aturan ini sangat ditunggu-tunggu karena sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatan khususnya yang menyangkut pengadaan barang dan jasa. “Tanpa juknis, kami tidak bisa menggelar lelang. Kami berharap perbup bisa segera diselesaikan,” kata Eddy kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).
Menurut dia, untuk belanja barang dan jasa DPUPRKP Gunungkidul memiliki anggaran Rp160 miliar. Namun karena belum ada perbup tentang juknis maka kegiatan belum bisa dilaksanakan. Hal ini berdampak terhadap penyerapan anggaran yang dimiliki. “Semua belum bisa jalan dan penyerapan anggaran masih dibawah satu persen,” katanya.
Eddy berharap permasalah ini bisa segera diselesaikan sehingga proses lelang bisa dijalankan dan waktu pengerjaan tidak mepet di akhir tahun. “Kami sudah memberikan masukan berkaitan dengan perbup ini, tapi sampai sekarang belum jadi. Harapannya juknis segera diselesaikan sehingga program bisa dijalankan,” katanya.
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul, Miksan, belum bisa dikonfirmasi terkait dengan belum kelarnya Perbup tentang Juknis Pengadaan Barang dan Jasa.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Azman Latif, saat dikonfirmasi tidak menampik bahwa penyusunan perbup masih terkendala aturan di tingkat Pusat yang masih belum detail sehingga membutuhkan koordinasi lanjutan. Menurut dia, permasalahan ini tidak hanya dihadapi oleh Pemkab Gunungkidul, tetapi juga seluruh kepala daerah di DIY. “Dari sisi draf sudah siap, tapi harus dikaji dengan hati-hati karena jangan sampai ada aturan yang kurang sesuai dengan peraturan di atasnya yang lebih tinggi,” kata Azman.
Dia mengakui akibat belum selesainya perbup maka kegiatan pengadaan barang dan jasa belum bisa dilaksanakan. “Tanpa perbup Pemkab tidak punya dasar hukum dalam pelaksanaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.