Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi PNS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Selama Ramadan, jam kerja untuk aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Gunungkidul bakal berkurang. Perubahan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Gunungkidul No.003/2291/2019 tentang Perubahan Jam Kerja Selama Ramadan 1440 Hijriyah.
Jika pada hari biasa jam kerja ASN yaitu 37,5 jam per pekan, saat Ramadan berkurang menjadi 32,5 jam, atau berkurang lima jam.
Kabag Organisasi Setda Kabupaten Gunungkidul, Arif Aldian, menuturkan untuk perangkat daerah yang melakukan pekerjaan pada Senin sampai Kamis akan dimulai pukul 07.30 WIB hingga 15.00 WIB dan untuk Jumat mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB. "Waktu istirahat hanya 15 menit mulai pukul 11.45 sampai 12.00 WIB," kata dia, Jumat (3/5/2019).
"Bagi pegawai yang menjalani enam hari kerja, jam kerja Senin sampai Kamis mulai pukul 07.30 WIB sampai 13.30 WIB, Jumat pukul 07.30 WIB sampai 11.00 WIB, dan pada Sabtu 07.30 WIB sampai 12.30 WIB," katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan dengan dikuranginya jam kerja, maka ASN dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Namun yang terpenting, saat berpuasa tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Terkait dengan pelayanan tetap harus dilaksanakan seperti biasa," ujar Badingah, Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.