Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Ilustrasi THR./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul mengingatkan kepada pengusaha terkait dengan pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan. Diharapkan tujuh hari sebelum Lebaran para pekerja sudah menerima tambahan gaji ini.
Kepala Bidang Pendayagunaan Tenaga Kerja Disnakertrans Gunungkidul, Munawar Askin, mengatakan ketentuan THR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.6/2016 dan Surat Edaran No.2/2019 tentang pelaksanaan THR. Adapun besaran tambahan ini disesuaikan dengan masa kerja, pekerja yang sudah bekerja di atas satu tahun akan mendapatkan satu kali gaji penuh. Sedang untuk pekerja di bawah satu tahun, besaran disesuaikan dengan lama bulan bekerja.
Menurut dia, sesuai dengan aturan perusahaan atau pengusaha wajib memberikan THR paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Guna memastikan tambahan gaji ini diberikan tepat waktu, Disnakertrans berencana memantau ke lapangan. “Kami pantau, tapi berdasarkan pengalaman tahun lalu pengusaha sudah taat dalam memberikan THR,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).
Meski demikian pengalaman di tahun lalu tidak bisa dijadikan acuan. Munawar berjanji melaporkan apabila ada pengusaha yang nakal dengan tidak memberikan tambahan gaji kepada karyawan. “Posko pengaduan THR ada di Pemda DIY. Tapi tidak serta merta Disnakertrans Gunungkidul tinggal diam karena akan ikut melakukan pengawasan dan hasilnya nanti diserahkan provinsi,” tuturnya.
Munawar menambahkan, untuk kepastian pemberian THR ini juga butuh partisipasi dari pekerja. Apabil hingga tujuh hari sebelum lebaran belum juga mendapatkan THR, maka pekerja bisa melaporkan ke Disnaktertrans Gunungkidul. “Nanti laporan itu akan kami sampaikan ke Pemda DIY agar ditindaklanjuti. Tapi, kami berharap sama seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya tidak ada masalah dengan tambahan gaji ini,” katanya.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Budiyana, mengaku mendapatkan surat edaran tentang pemberian THR dari Disnakertrans Gunungkidul. Rencananya KSPSI bakal turun memantau di lapangan. “Kamis [24/5] kami turun ke lapangan untuk memantau pemberian THR,” kata Budiyana.
Meski belum ada monitoring resmi di lapangan, Budiyana mengaku sudah memantau di beberapa toko modern di Gunungkidul. Adapun hasilnya toko-toko ini sudah mengalokasikan anggaran untuk THR. “Sudah ada komitmen dari pengusaha, tapi harapannya tambahan gaji bisa diberikan tepat waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.