Selama Bulan Puasa, Kebakaran Kian Marak di Bantul

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Minggu, 02 Juni 2019 16:17 WIB
Selama Bulan Puasa, Kebakaran Kian Marak di Bantul

Ilustrasi kebakaran./Harian Jogja

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut selama Ramadan kasus kebakaran di Bantul meningkat drastis ketimbang bulan sebelumnya.

Berdasarkan catatan BPBD, selama Mei sudah terjadi 25 kejadian kebakaran. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan catatan kejadian pada April

Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk mengatakan pada April, jumlah kejadian kebakaran tercatat hanya ada enam peristiwa. Dia mengatakan objek kebakaran selama Ramadan bervariasi, mulai dari tempat tinggal atau rumah, tempat usaha, lahan kering, dan kandang ternak. Namun untuk kebakaran lahan kering persentasenya masih sedikit. “Penyebab kebakaran rata-rata karena kelalaian masyarakat,” kata Aka, saat dihubungi, Minggu (2/6/2019).

Dia mencontohkan kebakaran rumah akibat kelalaian pemiliknya di wilayah Kecamatan Pundong. Kebakaran itu ternyata dipicu karena menyalakan lilin, kemudian ditinggal hingga lilin habis dan membakar barang di sekitarnya.

Kebakaran akibat human error juga terjadi di Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Sabtu, dua pekan lalu, menimpa rumah milik Jumiyati. Penyebab kebakaran bermula saat Jumiyati memasak air dengan kompor gas, namun ditinggal tidur hingga terbangun karena mencium bau kebakaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online