Antisipasi Lonjakan Permintaan selama Lebaran, Stok Gas Melon Ditambah 10%

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/ Nurul Hidayat
02 Juni 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Menjelang Hari Raya Idulfitri 2019, stok gas ukuran tiga kilogram atau gas melon untuk wilayah Gunungkidul ditambah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menambah kuota sebanyak 10% dari ketersediaan harian.

Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan kebutuhan gas melon di Bumi Handayani setiap harinya mencapai 12.100 tabung gas. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi meningkatnya penggunaan kebutuhan gas tiga kilogram selama Lebaran jajarannya mengajukan kuota tambahan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). "Kami minta penambahan sebanyak 1.210 tabung per harinya," ucap Johan saat jumpa pers persiapan Lebaran di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, belum lama ini.

Terkait dengan adanya penjualan gas melon diluar harga wajar, menurut Johan, jajarannya hanya dapat mengawasi dan mengimbau kepada para distributor agar tidak menaikkan harga. Ia berharap tidak ada kendala dalam pendistribusian gas tiga kilogram. "Kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul untuk memastikan pendistribusian berjalan lancar," kata dia.

Pemkab Gunungkidul juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) saat libur Lebaran aman. Ketersediaan BBM sangat penting karena Gunungkidul merupakan daerah tujuan wisata yang selalu diserbu wisatawan saat libur Lebaran. "Prediksinya akan terjadi lonjakan kendaraan sebanyak 70% di seluruh DIY, maka kami juga perlu memastikan stok BBM," kata Johan.