Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Penampilan salah satu band di acara Musik Malam TBY, Jumat (14/6/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menggelar pentas Musik Malam TBY dengan tajuk Harmony in Diversity di panggung terbuka TBY, Jumat (14/9/2019) malam. Konser tersebut digelar setelah sebulan terakhir tidak ada konser musik seiiring pelaksanan ibadah puasa Ramadan.
Kurator Musik Malam TBY, Heri Susilo mengatakan pada gelaran tersebut sejumlah band musik yang tampil berasal dari banyak genre. Mulai dari U Can See, MOG, Thoraq Hard Rock, dan King Harjo. "Musik Malam TBY ini pertama kali digelar setelah libur sebulan lebih. Kami menampilkan lima band sesuai dengan tema yang diangkat," katanya, Jumat.
Sejumlah band musik yang ditampilkan pada Jumat malam memiliki karya kreatif tersendiri. Genre yang beragam juga memompa semangat pengunjung dan penikmat musik untuk mempererat persahabatan. Kreativitas musik dan keragaman genre semakin mewarnai gelaran musik malam di TBY saat itu.
Aksi pertunjukan outdoor di halaman TBY menjadi ruang ekspresi bagi para pencinta musik. Para pencinta musik dihibur oleh irama musik mulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB. Masing-masing band yang tampil juga memiliki fan tersendiri. "Ini akan menjadi ruang interaksi bagi para pemusik," katanya.
Tema Harmony in Diversity yang diusung saat Musik Malam TBY menjadi simbol universal dalam dialektika kehidupan, di mana perbedaan yang muncul tidak harus dipertentangkan. Harmony in Diversity memiliki arti kurang lebih harmoni dalam keberagaman, mengajak seluruh masyarakat menghargai perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan serta pilihan. "Dalam musik juga banyak genre, mereka bisa harmoni dalam perbedaan," katanya.
Sebelumnya, Kepala TBY Jogja Diah Tutuko menjelaskan beragam kegiatan yang digelar di TBY bertujuan untuk mendukung dan menguatkan visi TBY sebagai The Window of Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional. Dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para seniman, TBY menjadi ruang kreatif. "Banyak kelompok seni di Jogja termasuk di sekolah dan kampus. Ini semangat yang juga harus dijaga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.