Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengakui organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipegang merupakan instansi yang besar. Pasalnya, pada saat penataan struktur keorganisasian, dinas ini merupakan gabungan dari empat dinas berbeda.
Menurut dia, gemuknya organisasi yang ada menjadi hambatan karena pegawainya memiliki karakter yang berbeda-beda. “Ini yang jadi tantangan bagaimana bisa menyatukan karena DPP merupakan gabungan dari empat instansi yang berbeda,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/6/2019).
Di awal pembentukan di 2017, Bambang mengaku tertantang untuk bisa memimpin OPD yang besar ini. Disiplin tinggi dan terus menjalin komunikasi menjadi kunci dalam menyatukan visi misi antarpegawai. “Saya harus semangat untuk bisa menyatukan empat dinas yang berbeda. Saking semangatnya di awal-awal penggabungan saya sempat dijuluki sebagai kepala dinas yang galak karena terlihat keras dan terus mengadakan rapat koordinasi,” katanya.
Meski demikian, pandangan miring ini tak membuatnya patah arang. Ia menganggap para pegawai belum saling mengerti terkait dengan karakter yang dimiliki. “Buktinya sekarang sudah saling mengerti dan anggapan kepala dinas yang galak sudah hilang. Hubungan dengan pegawai juga cair tanpa ada masalah,” katanya.
Bambang mengatakan salah satu keberhasilan dalam kinerja dapat dilihat dari kekompakan dalam penanganan kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul. Menurut dia, penanganan sudah optimal karena tidak sampai menimbulkan keresahan di masyarakat. “Ini hanya salah satu contoh dan masih banyak keberhasilan di bidang yang lain,” katanya. Ke depan Bambang terus berkomitmen dalam upaya peningkatan kinerja sehingga kualitas layanan kepada masyarkat dapat dimaksimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.