Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Seorang pengendara motor sedang melintas di kawasan Taman Kuliner di Kota Wonosari, Rabu (12/6/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengurus Cabang Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Gunungkidul berharap Pemkab tidak asal gusur terkait dengan wacana perluasan Taman Kuliner Wonosari. Hal ini dilakukan agar pengembangan dan pelatihan olahraga khususnya tenis lapangan tetap berjalan.
Sekretaris Pengcab Pelti Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan jajarannya tidak mempermasalahkan wacana perluasan Taman Kuliner Wonosari menggunakan fasilitas lapangan tenis. Meski demikian ia berharap ada lapangan pengganti sehingga aktivitas olahraga dan pembinaan tetap berjalan. “Kalau digusur jangan diganti lahan, tapi lapangan yang baru,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (14/6/2019).
Dia meminta penggusuran jangan dilakukan secara bersamaan karena bisa menghentikan aktivitas latihan dan pembinaan olahraga tenis lapangan. Menurut Mantara, opsi yang terbaik adalah Pemkab menyediakan lahan pengganti kemudian membangun fasilitas lapangan baru. Setelah itu, perluasan Taman Kuliner Wonosari baru dilaksanakan. “Ya kalau berbarengan kami harus latihanan di mana? Kalau tidak ada lapangan pengganti otomatis kegiatan akan berhenti. Padahal di sana [kawasan Taman Kuliner] juga ada lapangan bola voli pantai yang dulu pada saat dibangun harus mendatangkan pasir dari Tuban, Jawa Timur. Lebih baik bangun lapangan yang baru, kemudian bongkar yang lama,” katanya.
Mantara menuturkan rencana penggusuran lapangan tenis tidak hanya terjadi di lokasi di Taman Kuliner Wonosari, tetapi lapangan yang berada di kawasan Bangsal Sewokoprojo juga mengalami nasib yang sama. Hal ini terjadi karena keberadaan lapangan berlokasi di kawasan cagar budaya. “Kalau semuanya digusur tanpa ada lapangan baru yang siap digunakan anak-anak mau latihan di mana,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, merencanakan perluasan area Taman Kuliner Wonosari. Namun upaya tersebut terkendala lahan karena hingga saat ini masih dimanfaatkan untuk lapangan tenis dan voli pantai.
“Masih wacana karena untuk realisasi butuh koordinasi dan persetujuan dari Bupati. Yang jelas lokasi yang cocok untuk perluasan adalah memanfaatkan lapangan tenis dan bola voli pantai karena lokasinya masih satu kawasan dengan Taman Kuliner Wonosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.