Advertisement
SEPUTAR JOGJA : Sepinya XT Square, Sesunyi Janji Walikota...
Advertisement
[caption id="attachment_396336" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=396336" rel="attachment wp-att-396336">http://images.harianjogja.com/2013/04/XT-Square-EVA-SYAHRANI-370x277.jpg" alt="" width="370" height="277" /> Foto XT Square
JIBI/Harian Jogja/Eva Syahrani[/caption]
Angan mendapatkan tambahan penghasilan tentu ada di benak setiap pedagang yang awalnya sangat berminat membuka lapak di XT Square. Alih-alih mendapat tambahan penghasilan, kini XT Square justru menjadi tambahan beban pikiran bagi pedagang. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Eva Syahrani.
Advertisement
Menyusuri kawasan XT Square memang masih terlihat jauh dari hiruk pikuk tempat yang dilabeli sebagai pusat perdagangan pada umumnya. Belum ada lalu ramai pengunjung yang melihat-lihat atau bahkan bertransaksi jual beli. Bahkan lapak-lapak pedagang juga belum banyak yang buka.
Di ujung salah satu bagian bawah deretan kios XT Square, seorang pedagang kaos, Anton Adiwiyoto terlihat terpaku sendiri di depan kiosnya. Tepat di kanan kirinya masih sepi pedagang. Tak banyak aktivitas dapat dilakukan pedagang ini.
Pedagang yang mulai membuka lapaknya Desember 2012 lalu ini pun menuturkan, impian-impian besar yang ada saat awal memilih XT Square sebagai tempat membuka usaha seolah jadi mimpi siang bolong.
Bayangan akan ramainya XT Square, tambahan penghasilan yang ia dapat, dan keinginan membeli berbagai barang yang ia inginkan dengan hasil jualannya di XT saat ini mulai terbenam. Belum bisa memberikan penghasilan sesuai bayanganm, XT Square justru menambah beban pikirannya.
“Ya dulu kan Walikota berjanji bus-bus wisata akan diarahkan ke sini dulu sebelum ke Malioboro, makanya saya tertarik karena pasti ramai. Tapi sekarang beginilah, sangat sepi, jadi tambah beban pikiran saja,” ucap dia ditemui belum lama ini.
Pria dua anak ini menjelaskan belum tentu setiap hari barang dagangannya laku. Bahkan bisa jadi dua pekan berjualan, ia sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.
Pengunjung yang masih sangat sepi membuatnya hanya bisa menghabiskan banyak waktu untuk melamun dan memikirkan bagaimana XT Square ke depan. Berbagai bayangan suram akan kegagalan XT Square pun kerap muncul di pikirannnya. Semua itu semakin menambah beban pikiran saja.
“Jika hanya jualan di sini maka saya sekeluarga bisa jadi tidak makan. Untung saya kan masih punya usaha lain di Malioboro jadi masih cukup terbantu,” keluh dia.
Pria yang akrab di sapa Adi ini pun sudah tidak memiliki harapan muluk-muluk. Meski begitu, Adi mengaku masih menyimpan harapan untuk XT Square bisa maju suatu saat nanti.
“Ini kan pasarnya baru, pedagang memang harus membangun dan saya masih akan berusaha. Harapannya teman-teman yang lain juga mau buka biar rame dan promosi juga dilakukan manajemen. Tetapi kalau sampai satu
tahun tidak ada hasil, ya saya putus harapan,” tegas dia.
Hal sama juga dialami Sugeng, pemilik salah satu kios kerajinan di lantai atas. Wanita itu mengungkapkan XT Square memang masih jauh dari impian keluarganya sejak awal.
XT yang dipilih sebagai usaha pertama anaknya ternyata justru mengecewakan. Padahal, sebagai usaha pertama yang dilakoni sudah banyak mimpi-mimpi yang dirajut sejak awal. Sementara saat ini XT hanya bisa membuat keluarganya banyak menghabiskan waktu dan tenaga tanpa hasil yang memadai.
“Ini kan anak saya yang ingin mandiri, untuk nanti kalau ia sudah punya anak. Tapi ini malah sepi, saya yang nunggu tiap hari, kadang kerjaan di rumah sudah ditinggal-tinggal eh di sini malah juga tidak ada pembeli,” keluh dia.
Tak jauh beda dengan Adi, Sugeng juga masih memiliki sepercik harapan untuk kejayaan XT Square ke depan. Ia terus mencoba aktif membuka lapak, agar XT semakin ramai. Meski tak sesuai bayangan dan janji-janji awal Walikota, dia tidak menyesali pilihannya menyewa kios di XT Square. (eva@harianjogja.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement




