Advertisement
Pantai Trisik Penuh Sampah, Ombak Tak Lagi Biru
Advertisement
[caption id="attachment_410534" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/27/pantai-trisik-penuh-sambah-ombak-tak-lagi-biru-410528/pantai-trisik-penuh-sampah-arif-wahyu" rel="attachment wp-att-410534">http://images.harianjogja.com/2013/05/pantai-trisik-penuh-sampah-Arif-Wahyu.jpg" alt="" width="314" height="199" /> Foto Surati, 45, pencari kayu asal Desa Banaran, Kecamatan Galur memunguti sampah kayu di Pantai Trisik, Senin (27/5).
JIBI/Harian Jogja/Arif Wahyu[/caption]
KULONPROGO-Perubahan warna air terjadi di Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kulonprogo sejak sepekan terakhir. Warna ombak yang sebelumnya putih kebiruan mendadak menjadi coklat pekat. Tak hanya itu, pantai ini juga penuh sampah.
Advertisement
Surati, 45, warga Desa Banaran, Kecamatan Galur yang biasa mencari kayu di Pesisir Trisik mengatakan berubahnya warna ombak erat kaitannya dengan kandungan lumpur di Sungai Progo.
"Sungai Progo muaranya di Pantai Trisik ini. Aliran air di sungai itu banyak membawa lumpur coklat yang dibawa dari Pegunungan Menoreh. Jadi warna lumpur itulah yang akhirnya membuat air laut menjadi keruh," ujarnya kepada Harianjogja.com, Senin (27/5).
Arus Sungai Progo ternyata tak hanya membawa kandungan lumpur saja ke laut. Beraneka macam sampah yang hanyut bersama aliran air sungai ikut terbuang ke laut hingga akhir terhempas ombak ke bibir pantai. Kontan saja sampah-sampah itu menyebabkan pantai menjadi sangat kotor.
"Ada banyak sekali jenis sampah di sini. Dari mulai sampah kayu sampai plastik. Kalau yang plastik saya kumpulkan untuk dijual lagi. Kalau kayu buat memasak makanan," katanya.
Terpisah, Solikin, Kepala Dusun Imorenggo wilayah setempat mengatakan perubahan warna ombak di Pantai Trisik bukan sekali ini terjadi. Bahkan menurutnya, ombak di pantai itu dalam setahun bisa berubah menjadi empat jenis warna.
"Kalau cuaca cerah warnanya biru. Kalau lumut meluap warnanya hijau. Terus kalau banyak lumpur di Sungai Progo warnanya keruh seperti ini," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Korlantas Terapkan One Way Nasional Mulai Selasa 24 Maret 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Senin 23 Maret 2026: Waspada Hujan Ringan
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Terbaru Senin 23 Maret 2026
- SIM Mati Pas Libur Lebaran 2026, Cek Jadwal Perpanjangan
- Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
- 2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement



