Klaim Jamkesda Bantul Membengkak Hingga Rp400 Juta

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su - Files (SINGAPORE / Tags: BUSINESS)
11 Juni 2013 16:44 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

[caption id="attachment_414766" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/11/klaim-jamkesda-bantul-membengkak-hingga-rp400-juta-414763/uang-rupiah-ilustrasi-reuters-10" rel="attachment wp-att-414766">http://images.harianjogja.com/2013/06/uang-rupiah-ilustrasi-reuters1-370x256.jpg" alt="" width="370" height="256" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

BANTUL-Klaim dana Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Bantul membengkak hingga Rp400 juta. Ratusan ribu masyarakat di Bantul telah mengakses layanan ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jamkesda Bantul Bambang Agus Subekti kepada wartawan Selasa (11/6) menyatakan, pada 2012 klaim dana Jamkesda dari masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut melebihi perkiraan.

Pada tahun lalu, anggaran untuk Jamkesda hanya dipatok sebesar 10,7 miliar, namun hingga akhir tahun kalim Jamkesda mencapai hingga Rp11,1 miliar lebih. Dengan jumlah peserta mencapai 149.235 jiwa.

Alhasil, untuk menutupi kekurangan tersebut Pemkab Bantul harus menambah anggaran senilai Rp400 juta pada tahun ini untuk menutupi kekurangan pembayaran klaim tahun lalu.

Untungnya kata Bambang, Peraturan Bupati (Perbup) mengenai Jamkesda membolehkan penggunaan anggaran pada 2013 untuk menutupi kekurangan 2012.

Sekda Bantul Riyantono mengatakan, membengkaknya klaim Jamkesda disebabkan sulitnya memprediksi peserta atau warga yang sakit sebagai pengguna layanan tersebut.