Advertisement

Bangunan Bergeser, SDN Kokap Kulonprogo Belajar di Tenda

Khairul Ma'arif
Selasa, 06 Januari 2026 - 17:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Bangunan Bergeser, SDN Kokap Kulonprogo Belajar di Tenda Kondisi SDN Kokap yang makin miring dampak retakan tanah yang terjadi di SDN Kokap. Harian Jogja - Khairul Ma'arif

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO— Kondisi SD Negeri Kokap di Kabupaten Kulonprogo kian mengkhawatirkan akibat pergerakan tanah yang menyebabkan bangunan sekolah mengalami kerusakan serius. Jika sebelumnya hanya berupa retakan, kini satu ruangan di SDN Kokap dilaporkan telah bergeser dan dalam kondisi miring sehingga berisiko roboh.

Kepala SDN Kokap, Surohim, mengatakan kondisi bangunan memburuk setelah intensitas hujan meningkat. Salah satu ruangan yang berada di dekat ruang guru mengalami pergeseran cukup signifikan hingga meninggalkan celah menganga.

Advertisement

“Awalnya retakan itu tidak membuat ruangan dapur di sebelah ruang guru miring. Sekarang sudah bergeser sekitar 30 sentimeter akibat hujan,” kata Surohim saat ditemui di SDN Kokap, Selasa (6/1/2026).

Melihat kondisi yang semakin berbahaya, pihak sekolah berinisiatif mengajukan permohonan pemasangan tenda darurat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo. Tenda darurat tersebut kini telah terpasang dan mulai difungsikan sejak Senin (5/1/2026) sore.

“Tenda darurat dari BPBD Kulonprogo sudah terpasang dan digunakan sebagai ruang guru serta ruang kelas V untuk kegiatan belajar mengajar,” lanjut Surohim.

Mulai Selasa (6/1/2026), kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas V dilaksanakan di dalam tenda darurat, bukan lagi di bangunan sekolah. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan guru dan siswa dari potensi longsor serta risiko runtuhnya bangunan.

Selain itu, sejumlah siswa terpaksa menjalani pembelajaran dari rumah dengan sistem penugasan karena keterbatasan ruang kelas yang aman digunakan.

“Sesuai rekomendasi dari instansi terkait, ada beberapa ruang kelas yang tidak boleh digunakan karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan proses belajar siswa. Surohim berharap ada tindak lanjut cepat dari pemerintah agar SDN Kokap segera mendapat penanganan permanen.

“Kami berharap sekolah ini segera diperbaiki, baik menggunakan dana pusat, daerah, maupun provinsi, agar siswa bisa belajar dengan tenang dan tidak terus-menerus di tenda darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, membenarkan pihaknya telah memasang satu unit tenda darurat di SDN Kokap.

“Tenda dipasang di area halaman sekolah dan disesuaikan dengan kebutuhan SD, dengan ukuran sekitar 6 x 12 meter,” kata Eko.

Ia menambahkan, tenda darurat tersebut akan tetap terpasang selama SDN Kokap masih membutuhkannya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kemenhut Tegaskan Tak Ada Penggeledahan oleh Kejagung

Kemenhut Tegaskan Tak Ada Penggeledahan oleh Kejagung

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 00:57 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement