KENAIKAN HARGA BBM : Belum Naik, SPBU Bantul Kehabisan BBM

17 Juni 2013 16:54 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

[caption id="attachment_416718" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/17/kenaikan-harga-bbm-belum-naik-spbu-bantul-kehabisan-bbm-416712/spbu-antrean-pembeli-desi-suryanto-4" rel="attachment wp-att-416718">http://images.harianjogja.com/2013/06/SPBU-antrean-pembeli-Desi-Suryanto-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Foto Antrean di SPBU
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

BANTUL-Kabar rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi beberapa hari terakhir memicu masyarakat membeli lebih awal. Di Bantul, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi lantaran panjangnya antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Senin (17/6/2013) kemarin Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU untuk mengetahui konsumsi BBM jelang kenaikan harga seperti yang diberitakan beberapa hari terakhir.

Hasilnya, lonjakan konsumsi BBM telah terjadi sejak minggu lalu. Di jalur padat seperti Jalan Parangtritis, sejumlah SPBU terpaksa menutup layanannya sejak pagi hari lantaran BBM habis.

Di SPBU Patalan, Jetis, BBM bersubsidi telah habis sejak pagi hari. Sementara di SPBU Ngrendeng, Gabusan, BBM telah ludes terjual sekitar pukul 10.00 WIB. Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto mengatakan, terjadi peningkatan konsumsi BBM beberapa hari terakhir.

“Karena banyaknya pembeli, pagi hari sudah habis,” ujarnya kepada awak media usai sidak. Kenaikan rata-rata mencapai 20%. Normalnya, konsumsi BBM bersubsidi di SPBU yang berlokasi di jalur padat rata-rata 24 Kiloliter (KL) premium serta 8 KL solar sesuai stok yang ada.

Pemerintah meminta SPBU menambah stok BBM. Idealnya kata Sulistyanto, masing-masing SPBU memiliki stok 40 KL per hari. Melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi menurutnya dikarenakan ulah masyarakat menimbun minyak