KASUS CEBONGAN : Hotel Justru Kebanjiran Tamu TNI & Polri

19 Juni 2013 11:17 WIB Sleman Share :

[caption id="attachment_417330" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/19/kasus-cebongan-hotel-justru-kebanjiran-tamu-tni-polri-417326/kamar-hotel-ilustrasi-2-antara-2" rel="attachment wp-att-417330">http://images.harianjogja.com/2013/06/kamar-hotel-ILUSTRASI-2-ANTARA1-370x271.jpg" alt="" width="370" height="271" /> Foto Ilustrasi Kamar Hotel
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JOGJA - The Sahid Rich Hotel Jogja justru mendapatkan limpahan berkah di balik terjadinyahttp://www.harianjogja.com/baca/2013/04/06/lapas-sleman-diserbu-11-oknum-kopassus-ditahan-394220" target="_blank"> insiden berdarah di Lapas Cebongan, Maret silam.

General Manager The Sahid Rich Hotel, Herryadi Baiin mengungkapkan banyaknya agenda penyelidikan untuk mendalami kasus itu membuat petinggi TNI dan Polri yang menginap di hotelnya.

"Hotel kami tidak mengalami dampak berkurangnya kunjungan tamu pasca-insiden itu terjadi. Justru limpahan tamu dari kalangan petinggi TNI dan Polri menginap di sini selama proses penyelidikan," ujarnya Senin (18/6/2013).

Semula dia merasa khawatir ketika menerima kunjungan tim penyelidikan dari TNI dan Polri itu. Pasalnya Tragedi Cebongan tidak lepas dari penyebab yang melatarbelakangi peristiwa itu terjadi.

Mengantisipasi adanya kemungkinan terburuk, manajemen hotel pun akhirnya meminta komitmen pada dua pimpinan tim TNI dan Polri itu.

"Kami sudah minta komitmennya, dan mereka justru berjanji akan ikut menjaga keamanan di hotel ini," tandasnya.

Herryadi juga menuturkan tidak ada penurunan jumlah tamu setelah terjadinya peristiwa itu.

Dia berharap segala kekerasan yang terjadi di Jogja belakangan ini tidak diblow-up secara berlebihan. Tujuannya tak lain agar tidak menimbulkan dampak penurunan kunjungan wisata.

"Kalau dibesar-besarkan lewat media, orang luar pasti tahu dan enggan berkunjung ke sini [Jogja]," pungkasnya.