Mahasiswa UGM Rancang Kapal Robot Pengintai

04 September 2013 12:42 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

[caption id="attachment_444161" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/04/mahasiswa-ugm-rancang-kapal-robot-pengintai-444160/robot-kapal-ugm-gigih-m-hanafi" rel="attachment wp-att-444161">http://images.harianjogja.com/2013/09/robot-kapal-UGM-gigih-m-hanafi.jpg" alt="" width="450" height="300" /> Robot kapal pengintai rancangan Mmahasiswa UGM (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)[/caption]

Berupaya menjaga keamanan Indonesia, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Program Studi (Prodi) Elektronika dan Instrumentasi (Elins) Fakultas MIPA (FMIPA) UGM dan Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UGM merakit Kapal Robot Pengintai.

Kreasi mahasiswa ini dilengkapi kamera pengintai, rudal dan senapan mini. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Mediani Dyah Natalia.

Mahasiswa Elins FMIPA UGM, Nikite Sulistiyana mengatakan, bangsa ini memiliki sekitar 17.508 pulau dan sebagian di antaranya merupakan pulau-pulau yang menjadi “benteng” pertahanan.

Terinspirasi melindungi aset bangsa, bersama empat rekan dari Elins FMIPA UGM Malik Khidir dan Erwhin Irmawan serta mahasiswa Teknik Mesin FT UGM, M. Irfan dan Febry Mulia Wardhana, mereka merancang prototipe robot pengintai untuk mengamankan kepulauan luar Indonesia.

"Robot kapal pengintai ini dilengkapi kamera c920, rudal dan senjata mini. Peluru senjata merupakan peluru air softgun 3mm," ujarnya saat ditemui di kampus setempat, Selasa (3/9/2013).

Malik menambahkan setiap pergerakan yang direkam kapal tanpa awak ini dapat dipantau dari stasiun pengendali terdekat. Dengan kapal ini, ketika diketahui ada kapal asing melintas atau terdapat aktivitas yang mencurigakan, dapat segara diatasi.

Ditanya mengenai perbedaan dengan kapal pengintai yang sempat diciptakan mahasiswa UGM tahun lalu, ia menuturkan kapal ini sudah dilengkapi senjata. Dengan kata lain, saat terdesak robot kapal pengintai dapat melindungi Indonesia dengan memanfaatkan senjata yang tersedia.

Mengingat Indonesia berbatasan langsung dengan dua samudra dengan ombak yang tinggi, lambung kapal didesain model monohull V. Desain ini mengurangi tahanan gelombang sehingga kecepatan kapal menjadi lebih optimal dengan efisiensi gerak yang tinggi.

Berdimensi panjang 170 cm, lebar 40 cm, tinggi 55 cm dan berat 12 kg ini diberi nama Jassasah.0ne. Diambil dari Bahasa Arab yang berarti pemantau ini ditaksir memiliki ukuran berbanding 1:16 dengan kapal asli.

Motor penggerak berupa aki sementara ini dapat melaju pada kecepatan 40 km per jam. Namun kapal asli yang dapat tercipta ke depan disebutnya dapat melaju lebih cepat. Sebab, kapal tersebut dapat menggunakan sel surya dengan jumlah yang dapat disesuaikan laju kapal.

Ketika uji coba, tim menemukan sejumlah kelemahan, seperti pengendalian hanya dapat dilakukan sejauh 2 km. "Di luar itu, aktivitas tidak dapat dipantau. Selain itu, kapal ini belum dilengkapi anti-radar," papar dia.

Robot kapal pengintai, imbuh Febri, memberikan kesempatan kepada tim melaju dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk kategori cipta karsa.

Bantuan dana sebesar Rp11 juta dimanfaatkan tim untuk menyempurnakan kapal agar dapat membawa kemenangan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXVI 2013 di Lombok, NTB.

Nikite menuturkan dalam Pimnas ke depan, selain tim Jassasah.0ne, ada sebuah tim lagi yang mengusung ide prototipe kapal. Kapal yang dirakit mahasiswa Elins UGM itu merupakan kapal pengintai tanpa dilengkapi senjata.