Pengusaha Tahu Tempe Jogja Sepakat Mogok Tiga Hari

08 September 2013 16:13 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

[caption id="attachment_445419" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/08/pengusaha-tahu-tempe-jogja-sepakat-mogok-tiga-hari-445415/tahu-ujang-hasanudin-2" rel="attachment wp-att-445419">http://images.harianjogja.com/2013/09/tahu-ujang-hasanudin.jpg" alt="" width="450" height="338" /> Ilustrasi perajin tahu. (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA- Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Jogja akan mengikuti kesepakatan mogok nasional yaitu tidak akan memproduksi tempe dan tahu selama tiga hari berturut-turut, Senin (9/9/2013) hingga Rabu (11/9/2013).

"Sudah ada kesepakatan di seluruh Indonesia bahwa kami tidak akan memproduksi tempe dan tahu selama 9-11 September sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah lebih memperhatikan perajin yang semakin tertekan dengan harga kedelai yang terus merangkak naik," kata Ketua Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu (Primkopti) Jogja Muryanto, Minggu (8/9/2013)

Menurut dia, perajin sudah menyebarkan edaran berisi pemberitahuan mengenai rencana mogok produksi secara nasional itu ke pedagang di pasar dan konsumen lainnya.

Meskipun demikian, lanjut dia, masih ada beberapa perajin yang akan memproduksi tempe dan tahu selama aksi mogok nasional tersebut untuk memenuhi pesanan dari konsumen yang datang beberapa hari sebelumnya.

Sekitar 800 perajin tempe dan tahu yang tergabung dalam Primkopti Yogyakarta mengeluhkan tingginya harga kedelai yang kini mencapai sekitar Rp9.500 per kilogram (kg) hingga Rp10.000 per kg.

Ia berharap melalui aksi mogok nasional tersebut, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) bisa ikut mengontrol harga kedelai impor. Sebagian perajin tempe dan tahu memilih menggunakan kedelai impor untuk produksi.

"Dengan dikelola Bulog, maka tidak akan ada permainan harga dari importir lagi. Petani kedelai lokal juga bisa menjual kedelainya ke Bulog," katanya.