Rejowinangun akan Jadi Kelurahan Flori

09 September 2013 10:47 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

[caption id="attachment_445703" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/09/rejowinangun-akan-jadi-kelurahan-flori-445700/strobery-reuters" rel="attachment wp-att-445703">http://images.harianjogja.com/2013/09/strobery-reuters.jpg" alt="" width="450" height="285" /> Ilustrasi kebun stroberi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA-Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede Kota Jogja a dipersiapkan menjadi "Kampung Flori", dan ditargetkan dapat direaliasikan pada akhir November 2013.

"Yogyakarta memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian untuk membuat 'Kampung Flori', dan setelah dilakukan penilaian maka RT 44 RW 13 Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede memenuhi syarat yang untuk program tersebut," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro, di kantornya, Senin (9/9/2013).

"Kampung Flori" adalah sebuah kampung yang dihuni oleh petani yang mengembangkan tanaman florikultura, yaitu tanaman bunga, tanaman hias lainnya, dan rumput untuk taman.

Selain menanam dan membudidayakan berbagai jenis tanaman florikultura, di kampung tersebut juga didoromg terjadi transaksi ekonomi sehingga dapat mendorong pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

"Ada dua kegiatan utama yang dilakukan di kampung tersebut, yaitu budidaya tanaman dan 'landscape' tanaman florikultura," katanya.

Luas lahan yang dipersiapkan masyarakat di Rejowinangun untuk mewujudkan kampung tersebut lebih dari 10.000 meter persegi atau 10 unit kampung flori di kelurahan tersebut.

Satu unit Kampung Flori minimal harus memiliki lahan seluas 1.000 meter persegi.

Benny menambahkan, kementerian akan memberikan bantuan Rp50 juta untuk setiap unit Kampung Flori yang bisa dimanfaatkan untuk pembelian tanaman, sehingga pengelola bisa segera melakukan transaksi secepat mungkin dengan konsumen.

"Kami meminta agar setiap satu tanaman yang terjual, petani diwajibkan membeli minimal dua bibit tanaman pengganti. Ini agar jumlah tanaman di kampung tersebut tetap terjaga," katanya yang meyakini permintaan tanaman jenis florikultura cukup tinggi dan belum dapat dipenuhi oleh petani di Kota Yogyakarta.

Selain Rejowinangun, wilayah lain di Kota Yogyakarta yang memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi Kampung Flori adalah Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Umbulharjo, dan Kecamatan Mergangsan.

"Kementerian meminta agar kampung ini dibangun dalam satu blok yang sama. Setelah dilakukan penilaian, maka terpilih Rejowinangun. Jika program ini berhasil, bisa dikembangkan di wilayah lain," katanya pula.