TANAH KRATON NGAYOGYAKARTA : Warga Tak Perlu Risau dengan Inventarisasi Tanah Kraton

10 September 2013 11:30 WIB Jumali Jogja Share :

[caption id="attachment_446049" align="alignleft" width="389"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/10/tanah-kraton-ngayogyakarta-warga-tak-perlu-risau-dengan-inventarisasi-tanah-kraton-446040/keraton-yogyakarta-antara-11" rel="attachment wp-att-446049">http://images.harianjogja.com/2013/09/keraton-yogyakarta-ANTARA3.jpg" alt="" width="389" height="271" /> Kraton Ngayogyakarta (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA- Penghageng Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwinoto meminta warga tidak perlu risau terkait dengan http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/10/tanah-kraton-ngayogyakarta-warga-kesulitan-jual-tanah-446030">inventarisasi luas tanah Sultan Grond.

Warga masih tetap bisa menempati dan menjual tanahnya, karena status Hak Guna Bangunan (HGB) yang saat ini ada, masih berlaku.

"Jadi enggak ada masalah. Usai sertifikasi, kami pastikan HGB-nya tetap ada," terang dia, di sela-sela penyerapan aspirasi penyusunan Raperda Pokok-Pokok Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan DIY, di Balaikota Jogja, Senin (9/9/2013).

Ia mengatakan, melalui inventarisasi akan dicek tanah-tanah Sultan Grond (SG) karena ada dugaan pemindahan kekancingan dari satu pihak ke pihak lain. Selain itu, banyak warga yang menggunakan tanah SG tanpa memiliki izin.

Menurut dia, inventarisasi tanah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu nantinya juga akan menjadi acuan bagi pemerintah dan DPRD DIY untuk meramu Raperdais tentang Tanah Kraton.

Tanah yang diinventarisasi itu, kata dia, bukan hanya yang dipakai masyarakat tetapi juga yang digunakan Pemda dan badan usaha.