Advertisement

Kasus Nuthuk di Pantai Bantul Disorot DPRD

Kiki Luqman
Jum'at, 27 Maret 2026 - 19:37 WIB
Jumali
Kasus Nuthuk di Pantai Bantul Disorot DPRD Gedung DPRD Bantul. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul menanggapi keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “nuthuk” atau penetapan harga tidak wajar di kawasan wisata Pantai Depok dan Pantai Parangtritis.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto, menegaskan pihaknya sejak lama telah mengingatkan pelaku usaha pariwisata agar tidak memanfaatkan momen libur untuk meraup keuntungan berlebihan.

Advertisement

"Pelaku pegiat pariwisata dan UMKM di Bantul sudah kami imbau untuk jangan memanfaatkan momen seperti ini demi mendapatkan keuntungan yang lebih atau nuthuk gitu ya," katanya, Jumat (27/3).

Ia menekankan, praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan wisatawan dan berdampak jangka panjang terhadap sektor pariwisata Bantul.

Menurutnya, komunitas pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga etika berjualan dengan saling mengingatkan agar tetap menetapkan harga yang wajar kepada pengunjung.

Perlu Pembinaan dan Pengawasan

Arif berharap adanya pembinaan berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Bantul untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Mudah-mudahan nanti ada juga proses pembinaan yang dilakukan oleh teman-teman dari Dinas Pariwisata Bantul. Semoga teman-teman dinas sering memberikan motivasi ke pelaku wisata agar mereka tidak membuat kekecewaan terhadap pengunjung," jelasnya.

Ia menilai momentum libur panjang seperti Lebaran seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang promosi positif bagi pariwisata Bantul, bukan justru menimbulkan keluhan dari wisatawan.

Pelayanan yang baik dan harga yang transparan diyakini dapat mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata di Bantul.

"Tentu yang kasus nuthuk ini harus diselesaikan. Karena itu bagian dari yang membuat citra Bantul jadi kurang baik. Ya tentu pihak terkait sering memberikan ruang kepada para pedagang, sering bertemu. Ya sering diingatkan saja dan diberikan motivasi," urainya.

Dengan pengawasan dan pembinaan yang konsisten, praktik “nuthuk” diharapkan dapat ditekan sehingga citra wisata Bantul tetap terjaga di mata pengunjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Al-Aqsa Ditutup 4 Pekan, Muslim Dilarang Salat Jumat

Al-Aqsa Ditutup 4 Pekan, Muslim Dilarang Salat Jumat

News
| Jum'at, 27 Maret 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement