Dana Bantuan Siswa Miskin untuk Keperluan Sekolah, Bukan yang Lain

19 September 2013 06:55 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

[caption id="attachment_448825" align="alignleft" width="448"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=448825" rel="attachment wp-att-448825">http://images.harianjogja.com/2013/09/siswa-sd-ujian-ilustrasi-Solopos-Maulana-Surya.jpg" alt="" width="448" height="330" /> Ilustrasi kegiatan belajar siswa (JIBI/Harian Jogja/Solopos)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) mewanti-wanti para penerima dana bantuan siswa miskin agar menggunakan uang tersebut untuk keperluan pendidikan, bukan kebutuhan lain.

Kepala UPT JPD, Suyatmi mengungkapkan pencairan BSM untuk siswa di Jogja terbilang cepat dibanding daerah lain. "Hal itu karena pemerintah pusat mengakui validitas data penerima yang disampaikan," katanya, Rabu (18/9/2013).

Besaran dana bantuan yang diterima bervariasi, untuk siswa SD sebesar Rp450.000, siswa SMP Rp750.000, dan siswa SMA/SMK sebesar Rp1 juta. Pada tahun ini, siswa juga akan memperoleh tambahan nilai manfaat sebesar Rp200.000 per siswa.

Namun, sambungnya, untuk proses pencairan atau pengambilan dana BSM tersebut masih ada beberapa syarat yang diajukan oleh BPD DIY.

Bagi mereka yang belum membuka rekening di BPD, maka saat akan mencairkan dana tersebut, orang tua siswa diminta membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu C1.

Suyatmi menegaskan, dana BSM tersebut ditujukan untuk menunjang biaya operasional sekolah bagi siswa kurang mampu.

”Orang tua diminta berperan agar penggunaan dana BSM yang telah diterima bisa benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan peruntukannya, bukan untuk kepentingan di luar pendidikan," katanya.

Sementara, Istianah, 34, salah seorang orang tua siswa penerima BSM. berharap dana BSM tersebut bisa segera cair. “Ya, kalau sudah cair kan bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah. Misalnya untuk membeli buku atau kebutuhan sekolah lainnya,” ujar Isti saat ditemui di Gunungketur, Jogja.