Penganggur di Bantul Capai 33.000 Orang

20 September 2013 06:02 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

[caption id="attachment_449017" align="alignleft" width="407"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=449017" rel="attachment wp-att-449017">http://images.harianjogja.com/2013/09/tenaga-kerja-antara.jpg" alt="" width="407" height="300" /> Ilustrasi pencari tenaga kerja (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul mencatat jumlah penganggur di wilayah ini mencapai 33.000 orang

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Didik Warsito menyebutkan jumlah penganggur semakin meningkat, saat ini tercatat sebanyak 33.000 penganggur.

"Sebelumnya hanya 28.000 penganggur pada posisi Januari 2013 namun bertambah 5.000 penganggur setelah kelulusan siswa SMA/SMK Juni lalu," ungkap Didik, Rabu (18/9/2013).

Didik memprediksi peminat transmigrasi di Bantul akan terus bertambah karena lapangan pekerjaan di daerah ini semakin sulit.

Di sisi lain penyusutan lahan pertanian terus terjadi sehingga kepemilikan lahan untuk sumber daya ekonomi semakin hilang.

Anggota Komisi D DPRD Bantul yang membidangi masalah tenaga kerja Eko Sutrisno Aji mengatakan, pemerintah perlu mendorong pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu upaya pengentasan pengangguran selain mengikutkan warga dalam program transmigrasi. Saat ini anggaran untuk pemberdayaan ekonomi masih tergolong minim.

"Ada pelatihan setahun sekitar enam puluh kegiatan, satu kegiatan dua puluh lima juta. Dana itu biasanya untuk bantuan alat. Ada juga program padat karya di Disnakertrans sebanyak lima puluh kegiatan pertahun, dana satu kegiatan tujuh puluh lima juta," jelas Eko.