PENIPUAN CPNS : 20 Orang Janji Dijemput Tes, Penjemput Tak Datang

dokumen
28 September 2013 08:00 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Korban sindikat penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melapor ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah warga Kabupaten Magelang. Bersama 20 orang ia dijanjikan dijemput untuk mengikuti tes ke Jakarta, si penjemput tak kunjung tiba. http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/28/penipuan-cpns-warga-magelang-bayar-rp205-dijanjikan-jadi-pegawai-pajak-451564" target="_blank">Pelapor ke ombudsman adalah E. Ia mengaku sudah mengeluarkan uang sebesar Rp205 juta.

E mengaku sudah menjalani tes rekrutmen calon pegawai negeri sipil bersama dua orang lainnya yang dilakukan di Kafe Banaran yang berlokasi di Jalan Solo-Semarang pada awal 2013. Namun, di dalam tes tersebut tidak ada soal yang diberikan hanya lembar jawab dan kunci jawaban saja.

"Kami hanya diminta menyalin jawaban dari kunci jawaban yang sudah ada," ucapnya yang tidak menaruh rasa curiga terhadap oknum yang menggelar tes tersebut.

E bersama beberapa rekannya juga diperlihatkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Dirjen Pajak pada Maret, namun surat keputusan itu tidak boleh dibawa pulang. "Kami juga menerima seragam layaknya seragam yang digunakan pegawai," ujarnya.

Setelah diperlihatkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil, E dan rekan-rekannya diminta mengikuti pendidikan dan latihan di Jakarta pada 28 Mei 2013.

"Mereka berjanji untuk menjemput kami menggunakan bus dari Kementerian Keuangan," katanya.

Penjemputan dijanjikan dilakukan di Magelang. E menyebut, ada sekitar 20 orang yang sudah berkumpul di Magelang untuk menunggu jemputan, namun hingga waktu yang ditentukan tidak ada jemputan yang datang.

"Kami menghubungi nomor telepon mereka namun sudah tidak aktif. Saya sudah melapor ke Polres Magelang atas penipuan itu," katanya.