Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Menanggapi keluhan para peternak sapi Gunungkidul yang mengalami krisis pakan hijau ditengah musim kekeringan, Dinas Peternakan Gunungkidul akan membeli 18 buah mesin penggiling pakan ternak alternatif.
Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan, 18 mesin penggiling pakan ternak alternatif sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, beberapa waktu lalu.
“Anggaran pengadaan mesin pakan ternak sudah disetujui kita masih menunggu pencairannya dari DPPKAD [Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah],” kata dia, Jumat (27/9/2013).
Menurut Krisna, pengadaan mesin penggiling pakan ternak alternatif tersebut nantinya akan dibagikan melalui kelompok ternak di masing-masing kecamatan. “Tapi prioritas utama ke wilayah rawan pakan ternak,” ucap Krisna.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, Gunungkidul merupakan sentra ternak sapi di DIY. Ironisnya setiap kali memasuki musim kemarau peternak Gunungkidul kerap mendatangkan pakan dari luar daerah seperti Bantul, Jogja dan Sleman.
Persoalan tersebut, kata Immawan, harus segera diatasi secepatnya, “Persoalan pakan menjadi kebutuhan masyarakat dan mendesak,” katanya.
Sebelumnya diberitakan Harianjogja.com, sejumlah peternak sapi mengeluh karena kekurangan pakan ternak hijau. Seperti dialami kelompok ternak sapi 'Andini Mulyo’ di Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Pakan hijau di wilayahn sudah menipis.
“Beberapa peternak sudah mulai membeli pakan dari Bantul dan Sleman,” kata ketua kelompok ternak Andini Mulyo Sugiyarto.
Untuk diketahui, mesin penggiling pakan ternak alternatif ini mampu mengubah dedaunan kering dan berbagai sampah rumah tangga pun bisa menjadi pakan setelah digiling dan difermentasi selama 2x24 jam dalam tong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.