Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Harianjogja.com, JOGJA–Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang keempat kalinya tahun ini semakin menghimpit pengusaha konveksi yang ada di kawasan Kauman.
Tahap terakhir kenaikan TDL di tahun ini akhirnya memaksa para pengusaha konveksi di kawasan ini menaikkan harga jual produk 5% sampai 7,5%.
“Kami terpaksa naikkan harga karena selain TDL, harga kain dan bahan baku lainnya rata-rata sudah naik semua,” ujar Pemilik Pusat Produksi Kaos dan Jaket Kusuma Tina saat ditemui, Rabu (2/10).
“Proses produksi sangat bergantung pada energi listrik, terutama mesin bordir. Mesin ini memakan daya paling besar, setidaknya mesin ini membutuhkan 2.600 watt sekali angkat dan dioperasikan selama 22 jam,” jelas Tina.
Naiknya TDL ini membuat harga produk konveksi naik sekitar 5% sampai 7,5%. Misalnya harga jaket yang tadinya Rp95.000 per item, naik menjadi Rp105.000 sampai Rp110.000. Ketentuan harga ini juga masih bergantung pada desain dan bahan baku atau kain yang digunakan untuk produk yang akan dibuat.
Sementara di pengusaha konveksi lainnya kenaikan harga produk sekitar 5%. Marni salah satu pemilik Wijaya Konveksi mengatakan harga bahan baku yang juga ikut naik membuat harga produk juga harus ikut menyesuaikan.
“Kalau tidak naikkan harga, semakin berat jualnya. Karena bahan baku juga naik terus,” jelas Marni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Banjir bandang menerjang Grand Canyon, Arizona, AS. Sebanyak 62 orang dievakuasi dan lebih dari 20 orang masih dicari.
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Belanja APBN di DIY mencapai Rp11,61 triliun hingga Juli 2026, dengan TKD Rp5,33 triliun dan sejumlah program strategis berjalan.
PSS Sleman memaparkan progres Home Ground Training, akademi usia muda, tata kelola klub hingga kesiapan tim dalam sarasehan bersama BCS dan Slemania jelang Supe