PEMILU 2014 : Panwaslu Kulonprogo Masih Temukan Warga Belum Masuk DPT

17 Oktober 2013 07:14 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menemukan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih tetapi belum masuk dalam daftar pemilih tetap Pemilu 2014.

Anggota Panwaslu Kulonprogo, Yuli, mengatakan Panwaslu terus melakukan validasi daftar pemilih tetap (DPT) ditingkat tempat pemungutan suara (TPS) meski sudah ditetapkan dan tidak dapat berubah.

"Kami tidak ingin menghilangkan hak politik masyarakat. Kami masih menemukan beberapa warga yang belum terdaftar sebagai pemilih, padahal yang bersangkutan sudah memiliki hak pilih," kata Yuli.

Ia mencontohkan salah satu temuannya di Kecamatan Kokap. Panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih) telah memasang stiker bahwa rumah yang bersangkutan telah dilakukan pengecekan data pemilih, tetapi setelah dilihat pada sistem informasi data pemilih (Sidalih) ada beberapa warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih.

Meski belum terdaftar sebagai DPT, warga yang belum terdaftar bisa menjadi pemilih tambahan atau pemilih khusus. Untuk menjadi pemilih khusus biasanya diperuntukkan bagi santri atau mahasiswa dari luar daerah yang sudah memiliki hak pilih tetapi belum terdaftar, maka dengan keputusan KPU DIY yang bersangkutan dapat menggunakan hak pilihnya.

Hak pemilih tambahan berlaku bagi masyarakat yang belum terdaftar dapat menggunakan hak pilihnya dengan tambahan kerta suara.

"Kami akan mengirim surat ke KPU Kulon Progo bahwa masih banyak warga yang belum terdaftar sebagai pemilih," kata dia.

Sebelumnya Ketua KPU Kulon Progo Warsono mengatakan DPT yang ditetapkan pada 13 September 2013 sebanyak 336.499 pemilih, tetapi setelah dilakukan validasi menjadi 335.805 atau turun 694 pemilih.
(JIBI/Harian Jogja/Antara)