Advertisement

Kenaikan Harga Gas Elpiji di Gunungkidul Dianggap Masih Wajar

Redaksi Solopos
Minggu, 05 Januari 2014 - 07:22 WIB
Nina Atmasari
Kenaikan Harga Gas Elpiji di Gunungkidul Dianggap Masih Wajar

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM (DisperindagkopESDM) Gunung Kidul Sumaryadi mengatakan kenaikan harga elpiji 12 kg yang mencapai Rp50.000 di wilayah tersebut merupakan hal yang wajar.

"Kenaikan wajar dibanding diluar Jawa, dan kami sudah melakukan monitoring ke berbagai pangkalan di Gunung Kidul," kata dia, baru-baru ini.

Advertisement

Dia mengatakan DisperindagkopESDM akan segera melakukan rapat untuk mencari solusi yang paling tempat untuk mensikapi kenaikan elpiji ini.

"Kami saat ini juga baru akan mengadakan rapat untuk menambahkan stok pada elpiji," katanya.

Sumaryadi menjelaskan bahwa untuk bulan Desember 2013 dan Januari 2014 ini pihaknya telah menambah pasokan elpiji sejumlah 1800 tabung. Tapi kenaikan ini dirasa belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain itu untuk menyikapi seringnya kelangkaan elpiji tiga kg di Gunung Kidul pihaknya berencana menambah stok pada 2014, namun pihaknya akan melakukan rapat koordinasi.

"Dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah DIY, Hiswana dan pertamina. Kami juga mengantisipasi masyarakat kelas menengah beralih ke elpiji tiga kg," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi

4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement