Advertisement

Bisnis Rokok Sulit, Tarumartani Siapkan Produk Nonrokok

Rabu, 22 Januari 2014 - 14:51 WIB
Nina Atmasari
Bisnis Rokok Sulit, Tarumartani Siapkan Produk Nonrokok

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Perusahaan Daerah milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, PT Tarumartani menyiapkan produk nonrokok, menyusul sulitnya bisnis rokok di dalam negeri maupun dunia internasional.

Direktur PT. Tarumartani Abdul Nasir mengugkapkan bisnis rokok cerutu saat ini tidak mudah karena setelah Amerika Serikat melarang masuknya rokok kretek dari Indonesia, peredaran rokok cerutu menjadi sangat ketat.

Advertisement

Padahal, Tarumartani memiliki 14 merek di antaranya Cigarillis/Treasure, Extra Cigarillis, Senoritas yang diklaimnya telah dikenal di luar negeri.

“Larangan merokok sekarang ini harus disertai dengan gambar kanker dibungkus rokok,” ujarnya, seusai rapat kerja dengan DPRD DIY, Selasa (21/1/2014).

Karena itu, menurut dia, sulit mengoptimalkan keuntungan jika hanya mengandalkan dari produksi rokok. Nasir mengaku tengah menyiapkan pengembangan usaha dengan memproduksi nonrokok, tapi belum matang dan perlu persetujuan dari Pemerintah Daerah DIY.

Pada tahun ini PT Tarumartani tak lagi terbebani utang. Perusahaan pembuat cerutu itu sebelumnya menanggung utang sebesar Rp7 miliar, dengan bunga per tahun Rp840juta.

Namun lewat APBD Perubahan 2013, Tarutamartani diberikan penyertaan modal sebesar Rp12 miliar. Sebanyak Rp7,1 miliar untuk melunasi utang, Rp4,9 miliar sisanya untuk penguatan modal.

Abdul Nasir menambahkan, sisa penyertaan modal perusahaan tersebut harus dikonsultasikan dulu dengan gubernur, tidak bisa serta merta langsung digunakan. Ia mengakui kecilnya setoran karena perusahaan masih memikul beban utang itu.

Utang yang menggunung itu turut memperparah krisis keuangan perusahaan. Sehingga, pada 2013, manajemen harus melakukan efisiensi keuangan dengan meniadakan jabatan Direktur Operasional dan Direktur Keuangan dari struktural.

Keuntungan Rp14 miliar dari penjualan cerutu domestik dan eskpor itu, menurut dia, masih terbilang kecil karena masih jauh dari nilai aset Tarumartani yang mencapai ratusan miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tak Hadir Panggilan KPK, Pengusaha Rokok Jadi Sorotan

Tak Hadir Panggilan KPK, Pengusaha Rokok Jadi Sorotan

News
| Jum'at, 03 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement