Ormas Bercadar Obrak-abrik Warung Miras di Gunungkidul, Satu terluka

03 Februari 2014 10:16 WIB Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah pria bercadar yang mengatasnamakan diri dari Ormas (Organisasi Masyarakat) Front Jihad Islam (FJI) dan Hizbullah melakukan sweeping minuman keras (Miras) di Wilayah Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Sabtu (1/2/2014) malam. Dalam sweeping tersebut satu orang terluka akibat terkena pukul anggota ormas.

Budi Santoso, penjaga warung klontong yang menjual miras tersebut terluka dibagian kepala akibat terkena pukulan. Dia juga sempat dilarikan ke Klinik Multazam Wonosari, untuk mendapatkan pengobatan. Dari hasil sweeping itu kedua ormas juga berhasil mengamankan ratusan botol miras dari warung milik Mami. Miras tersebut kemudian diserahkan ke Polres Gunungkidul.

Informasi Harianjogja.com, aksi sweeping yang dilakukan Ormas FJI dan Hizbullah dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka menyisir warung yang diduga menjual miras di sekitar Karangrejek. Ada sekitar 35 anggota ormas yang melakukan sweeping mengghunakan sepeda motor. Sebagian diantara mereka menggunakan penutup wajah (cadar).

Komandan Militan Hizbullah Gunungkidul, Bardan saat dimintai konfirmasi membenarkan aksi sweeping miras dengan menggunakan cadar di Karangrejek dilakukan oleh anggotanya bersama FJI. Namun dia mengelak anggotanya telah memukul penjaga warung miras. Menurutnya, aksi sweeping memang dilakukan secara tiba-tiba sehingga penjual miras kaget dan terlihat shock.

“Tidak ada anggota kita yang melakukan pemukulan. Itu [korban pemukulan] karena kaget aja dan shock dibawa ke klinik,” ujar bardan.

Bardan mengatakan, sweeping warung miras dilakukan karena selama ini aparat kepolisian tidak menanggapi laporan masyarakat terkait penjualan miras yang marak di Gunungkidul. Dia juga menuduh warung miras di Karangrejek tidak pernah dirazia karena pemiliknya adalah oknum polisi. Maka dalam sweeping itu, Lanjut Bardan, tidak mengajak aparat kepolisian. “Masalahnya polisi sering dilaporkan tapi tidak pernah bertindak,” tegas Bardan.

Ketua FJI DIY Abdurahman saat dihubungi akan melakukan kroscek terhadap anggotanya terkait salah satu warga yang terluka pukul. “Itu kan razia gabungan dengan Hizbullah jadi belum tahu apakah yang memukul itu anggota kita atau bukan,” ucap Abdurahman.

Dalam sweeping tersebut anggota FJI dan Hizbullah mengamankan 69 botol Wisky, 91 Vodka, 230 botol Ciu, 5 botol Eceland, dan 9 botol Wisky ukuran besar. Ratusan botol miras itu kini diamankan di Mapolres Gunungkidul. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)