RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Siswa berkebutuhan khusus kelas V, Faris didampingi Guru Pendamping Kelas (PGK), Anita mengikuti pelajaran matematika di SD Negeri Petoran, Jebres, Rabu (29/1). Di sekolah tersebut terdapat 32 siswa inklusi dengan tiga GPK, sehingga guru kelas harus memberi perhatian yang lebih terhadap siswa inklusi untuk menunjang proses belajar-mengajar.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI) Gunungkidul Ngatini mengungkapkan kesetaraan pendidikan untuk kaum disabilitas belum berjalan optimal. Dari ratusan sekolah inklusi yang ada, baru dua yang sudah menjalankan.
“Baru Sekolah Dasar Negeri 3 Karangmojo dan Sekolah Menengah Pertama Ekakapti Karangmojo,” ungkap Ngatini di sela-sela acara advokasi pendidikan inklusi yang menyeluruh di Gedung Legium Veteran Republik Indonesia Cabang Gunungkidul, Desa Siyono, Kecamatan Playen, Rabu (5/2/2014).
Gunungkidul padahal memiliki 243 sekolah inklusi yang sudah mendapat Surat Keputusan Bupati Gunungkidul, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas. Akibat belum optimalnya penerapan sekolah inklusi di Gunungkidul, kaum disabilitas belum sepenuhnya bisa mengakses pendidikan umum.
Ketua Organisasi Sosial Penyandang Cacat (OSPC) Gunungkidul Yuniarto menambahkan belum berjalannya pemerataan pendidikan karena minimnya sosialisasi.
Diperlukan peran dari orangtua penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, penyelenggara pendidikan dan pemerintah untuk menyamakan persepsi, saat ini semua sekolah sama, tidak ada yang membeda-bedakan.
Meski belum bisa merinci data penyandang diasabilitas di Gunungkidul namun menurnya ada sekitar 8.000 orang yang sebagian besar anak usia sekolah. Mereka sebagian besar masih terpaku pada sekolah luar biasa.
“Forum advokasi merumuskan rekomendasi untuk pemerintah dan penyelenggara pendidikan soal sekolah inklusi,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Sugiyanto mengakui sekolah inklusi belum berjalan optimal dan Disdikpora terus berupaya agar kesetaraan pendidikan berjalan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk sejumlah program prioritas. Salah satunya penanganan sampah di TPA
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran