Foto-foto Keindahan Jalur Wisata JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati, Dibuka 14 September
Kelok 23 Kretek–Girijati mulai uji coba 14 September 2026. Simak jam operasional dan jenis kendaraan yang boleh melintas.
Ilustrasi tes urine (JIBI/Solopos/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan pegawai Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Narkotika II A Pakem, Sleman, absen dari penyelenggaraan tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, di Lapas setempat, Rabu (12/2/2014).
Dari presensi yang disediakan BNNP DIY, hanya 66 orang pegawai Lapas Narkotika Pakem yang menandatangani tes urine. Padahal pegawai Lapas Narkotika tercatat mencapai 119 petugas.
Dengan demikian ada sekitar 53 petugas yang mangkir dari tes yang digelar. Nama Kalapas Narkotika, Sartono, termasuk dalam daftar yang mengikuti tes urine di urutan paling awal.
Para pegawai mengikuti tes di ruang lobi Lapas Narkotika. Melalui prosedur presensi dan biodata lengkap, kemudian diberikan tempat isi urine yang sudah ditandai dengan nomor yang sesuai dengan nomor presensi.
Setelah mengumpulkan urine, petugas Lapas kembali harus menandatangani pengumpulan dan diminta langsung menyaksikan hasil dari tes urine.
Petugas BNN menggunakan alat tes narkoba multi melalui urine atau dikenal dengan multi drugs rapid abuse test. Di alat tersebut terdapat enam indikator penanda tes urine menunjukkan jenis narkoba, antara lain AMP atau amphetamine test (narkoba stimulan), COC atau cocaine test (kokain), MOP atau opiates test (morphin), kemudian THC atau marijuana test (ganja), serta MET atau methamphetamine test (sabu) dan BZO merupakan benzodiazephine test (obat berbahaya).
Kabid Pemberantasan BNNP DIY AKBP Margiono menjelaskan, dari daftar 119 pegawai, hanya 66 orang yang mengikuti tes urine. Semua hasil menunjukkan negatif atau tidak terlibat narkoba.
Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan apakah petugas yang "tercecer" dari tes urine akan dilakukan tes ulang di lain waktu.
Ia menegaskan, tujuan dari tes urine adalah dalam upaya membersihkan petugas agar terhindar dari narkoba, terutama petugas yang bertanggungjawab langsung terhadap upaya pemberantasan narkoba.
"Kalau misalnya ada yang positif, kami lakukan pembinaan, saya tegaskan tidak perlu khawatir," terang dia kepada wartawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 Kretek–Girijati mulai uji coba 14 September 2026. Simak jam operasional dan jenis kendaraan yang boleh melintas.
Jadwal KSPN Jogja 14 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 14 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta rincian biaya resminya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.