Harga Gas 3 Kg di Bantul Tembus Rp19.000

17 Februari 2014 10:18 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Harga gas elpiji ukuran 3 Kg di Kabupaten Bantul melonjak hingga Rp19.000 per tabung. Pemerintah menduga elpiji bersubsidi banyak di jual ke luar daerah sehingga memicu kelangkaan gas.

Tingginya harga elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg diantaranya terjadi di wilayah Banguntapan Bantul. Popi, 31, salah seorang warga Wonocatur, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan Bantul mengungkapkan, sejak seminggu terakhir ia membeli elpiji 3 Kg seharga Rp19.000 dari pangkalan.

Padahal biasanya, ia hanya membeli seharga Rp17.000 per tabung. Bahkan menurut kabar yang ia peroleh dari pangkalan, harga elpiji bersubsidi tersebut di tempat lain mencapai hingga Rp20.000 per tabung.

“Sudah seminggu ini naik, kata orang pangkalan, di tempat saudaranya di Bantul bahkan sampai dua puluh ribu,” ungkapnya ditemui Sabtu (15/2/2014).

Menurut Popi, kenaikkan harga disebabkan langkanya gas elpiji bersubsidi sejak beberapa hari terakhir. Popi biasanya membeli dua tabung gas sekali belanja. Satu digunakan untuk memasak, lainnya untuk cadangan.

“Tadinya mau beli dua tabung enggak ada kosong, cuma dikasi satu tabung. Saya sampai titip uang ke yang jual. Kalau sudah ada gas tinggal mengambil,” imbuhnya.

Ia khawatir, kondisi ini terus berlanjut. Sebab rumor yang berkembang di masyarakat, kelangkaan gas dan tingginya harga tabung akan berlangsung hingga memasuki bulan puasa pertengahan tahun nanti.

Sementara itu Jalal, pengecer gas elpiji ukuran 3 Kg saat dikonfirmasi mengakui kenaikkan harga jual tabung beberapa hari terakhir. Jalal kini membanderol gas bersubsidi seharga Rp18.000 per tabung. Sebelumnya per tabung hanya dijual Rp16.500.

“Sudah naik sekarang karena yang ngantar tabung enggak ada, biasanya tiap hari ada,” kata Jalal sambil berdiri di dekat belasan tabung 3 Kg yang kosong. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)